Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Usai Temukan Ratusan Senpi, Yayasan Ungkap Masih Ada Bunker Terkunci di Sekolah Jaksel

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2026 |17:13 WIB
Usai Temukan Ratusan Senpi, Yayasan Ungkap Masih Ada Bunker Terkunci di Sekolah Jaksel
Penemuan senpi di sekolah (foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api ditemukan di ruang Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026). Pihak yayasan mengungkapkan masih ada satu ruangan yang diduga menyerupai bunker dan hingga kini belum berhasil dibuka.

"Masih ada ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker itu segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang ditemukan di sana," kata kuasa hukum yayasan, Hermawanto, Kamis (6/8/2026).

Menurut Hermawanto, seluruh proses pembukaan ruangan dilakukan bersama kepolisian karena yayasan tidak memiliki akses ke sejumlah ruangan sejak mantan Ketua Yayasan berinisial IWD diberhentikan.

"Kami meminta pendampingan dari kepolisian. Polres Metro Jakarta Selatan selalu mendampingi kami dalam setiap prosesnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, ruangan yang belum terbuka itu merupakan salah satu ruangan yang sejak awal tidak dapat diakses oleh pengurus baru.

"Kami ingin bunker ini juga dibuka. Kami akan meminta aparat membantu kami membuka ruangan ini karena jika kami melakukannya sendiri, kami khawatir ada risiko hukum," katanya.

 

Sebelumnya, Hermawanto mengatakan, ratusan senjata tersebut ditemukan saat pihak yayasan membuka ruangan yang telah lama terkunci dengan pendampingan kepolisian.

"Pada tanggal 10 dan 11 Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan 995 pucuk senjata. Di dalamnya terdapat senjata api, amunisi, serta beberapa aksesori senjata lainnya," ucap Hermawanto.

Selain senjata api, pihaknya juga menemukan barang yang diduga narkoba dan CD porno.

"Pada Rabu malam kami kembali menemukan sejumlah senjata. Selain itu, kami juga menemukan barang yang diduga narkoba dan CD porno," ujarnya.

Ia mengatakan seluruh barang tersebut ditemukan di ruangan bekas Ketua Yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan pada 18 April 2026. Seluruh kunci ruangan sebelumnya dibawa oleh yang bersangkutan sehingga pihak sekolah tidak memiliki akses.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement