Sementara itu, Murphy merasa khawatir dengan keuntungan yang akan diperoleh Iran dari berakhirnya perang tersebut.
"Biaya untuk membuka kembali selat itu terus meningkat dari hari ke hari," ujar politisi Demokrat dari Senat tersebut.
"Kesepakatan yang saat ini sedang dibahas akan memberikan pembayaran sebesar 100 miliar dolar AS per tahun kepada Iran sebagai imbalan atas pembukaan kembali selat tersebut. Jumlah itu setara dengan sepertiga dari keseluruhan ekonomi Iran. Sungguh sebuah kemenangan bagi Iran jika pada akhir perang ini, mereka justru dibayar untuk membuka kembali selat tersebut. Mereka dibayar untuk membangun kembali kekuatan militer mereka. Mereka dibayar untuk memulihkan dukungan bagi kelompok-kelompok proksi mereka di kawasan tersebut."
Amerika Serikat menentang usulan Iran mengenai pengenaan biaya pelayaran sebesar 7% di Selat Hormuz, yang berpotensi menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 136 miliar dolar AS bagi Teheran.
Murphy mendesak agar perang segera diakhiri, meskipun kesepakatan yang dicapai nantinya mencakup ketentuan mengenai biaya pelayaran tersebut. Sang senator lebih menyoroti penipisan stok amunisi AS, dan ia menyatakan akan mendukung pengalokasian dana untuk hal ini di Kongres setelah perang usai.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.