Tingginya penerimaan publik terhadap Bahlil, lanjut Eric, bukanlah fenomena yang muncul secara tiba-tiba. Ia mengingatkan bahwa pada survei IPO Oktober 2025 lalu, Bahlil juga mencatatkan tingkat popularitas yang tinggi di angka 38,3 persen.
Oleh karena itu, dia menarik dua kesimpulan utama. Pertama, hasil survei ini menjadi sinyal positif bagi pemerintahan Prabowo Subianto, mengingat figur dengan karakter seperti Bahlil sangat merepresentasikan agenda besar negara di bidang energi, investasi, dan hilirisasi.
"Kedua, survei menunjukkan bahwa publik melihat adanya kinerja positif. Tantangan berikutnya adalah mengubah persepsi tersebut menjadi hasil yang terukur dan berkelanjutan," tegas Eric.
Eric meyakini Bahlil dapat terus membuktikan kinerjanya dengan memberikan hasil konkret kepada rakyat dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan. "Insya Allah, Pak Ketum Bahlil akan mencapai kinerja terbaik," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.