Berdasarkan data BNPB per Jumat (21/8/2026), sejumlah titik karhutla baru masih muncul di Kalimantan. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, titik api kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau. Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 25,29 hektare.
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Kutai Kartanegara terjadi di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Muara Muntai, Muara Jawa, dan Kota Bangun pada Rabu (19/8/2026).
Total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 49,55 hektare. Kebakaran terluas terjadi di Kelurahan Pendingin dengan luas mencapai 42 hektare.
“Karhutla saat ini telah berdampak pada kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi. Nah, kondisi itu diperparah cuaca kering karena fenomena El Niño. Jadi harus penanganan luar biasa,” tegas Rajiv.
Legislator dari Dapil Jawa Barat II itu mengapresiasi kerja BNPB, kepolisian, pemerintah daerah, serta pihak lainnya dalam menangani dampak karhutla, termasuk asap yang mulai masuk ke permukiman warga.