Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

China Dituduh Bangun Pangkalan Militer di Tibet dengan Kedok Proyek Energi Bersih

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2026 |14:01 WIB
China Dituduh Bangun Pangkalan Militer di Tibet dengan Kedok Proyek Energi Bersih
Pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia, Taman Tenaga Surya Talatan di Prefektur Otonom Tibet Hainan, Qinghai, China.
A
A
A

Laporan media pemerintah China dari desa-desa Tibet seperti Pangda di Yadong dan Yumai di Shannan menggambarkan bagaimana jaringan listrik 10 kV yang baru, jalan beraspal, dan rumah-rumah modern telah mengakhiri keterpencilan wilayah tersebut. Hal ini memungkinkan penduduk menikmati pasokan listrik, pemanas ruangan, dan layanan komunikasi yang stabil, sembari menjalankan kegiatan pariwisata, perdagangan, dan pertanian khusus. Para pejabat secara terbuka mengaitkan peningkatan fasilitas ini dengan pertahanan perbatasan yang lebih kuat, dengan menekankan bahwa “kemakmuran perbatasan menopang stabilitas perbatasan, dan kesejahteraan penduduk perbatasan memperkokoh pertahanan perbatasan”.

Mikrogrid dan "garnisun hijau"

Di luar bendungan raksasa dan jaringan transmisi jarak jauh, sebuah revolusi senyap tengah berlangsung melalui mikrogrid di dataran tinggi yang secara langsung menopang permukiman serta pos-pos terpencil. Pada 2024, kelompok investasi negara Tibet membangun sebuah "mikrogrid tenaga surya dan penyimpanan energi" di wilayah Diyà, Kabupaten Zhada, Prefektur Ngari—sebuah kawasan perbatasan yang berhadapan langsung dengan negara bagian Uttarakhand di India utara. Proyek ini secara gamblang digambarkan sebagai "praktik inovatif untuk mengukuhkan, mengembangkan, dan memperkuat wilayah perbatasan."

Proyek ini memadukan pembangkit listrik fotovoltaik, sistem penyimpanan baterai, transmisi, dan distribusi ke rumah tangga untuk menyediakan pasokan listrik tanpa henti selama 24 jam bagi penduduk. Sistem ini mampu mengatasi berbagai kendala—seperti suhu sangat dingin, ketinggian wilayah, dan akses jalan yang tertutup salju—yang sebelumnya menyebabkan desa-desa mengalami pemadaman listrik kronis. Proyek serupa yang mengintegrasikan tenaga surya dan penyimpanan energi di kawasan Caipeng (Shannan) dan Kabupaten Gaize (Ali) diproyeksikan tidak hanya sebagai solusi atas kondisi "jaringan listrik yang lemah," tetapi juga sebagai cara untuk menjamin keandalan pasokan listrik selama musim dingin bagi puluhan ribu rumah tangga di wilayah tengah Daerah Otonom Tibet.

Secara paralel, PLA telah menjalankan inisiatif energinya sendiri selama bertahun-tahun. Sebuah laporan yang terkait dengan "PLA Daily" dan dikutip oleh media internasional mencatat bahwa pada awal tahun 2024, lebih dari 700 pos perbatasan—termasuk di Xaidulla dekat Aksai Chin dan prefektur Ngari—telah terhubung ke jaringan listrik nasional dan memperoleh pasokan listrik terbarukan; hal ini secara drastis meningkatkan akses terhadap air, pemanas ruangan, fasilitas mandi, dan oksigen, sekaligus memungkinkan penggunaan persenjataan dan peralatan yang membutuhkan daya besar. Artikel lain yang membahas PLA, yang diterbitkan sejak tahun 2019, mencatat: "Proyek percontohan nasional pertama untuk jaringan area lokal energi terbarukan di seluruh angkatan darat diluncurkan pada Agustus 2018, dan pembangkitan listrik yang dilakukan lebih awal pada bulan Desember telah merasakan manfaat dari periode tersebut." Sistem microgrid yang memanfaatkan tenaga surya, angin, air, dan teknologi penyimpanan energi dikabarkan mampu menyediakan pasokan listrik yang andal dan terus-menerus selama 24 jam bagi pos-pos perbatasan yang sebelumnya bergantung pada bahan bakar diesel.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement