PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah membuat Pemprov Kalteng memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyiapkan layanan Rumah Oksigen Gratis sebagai fasilitas pertolongan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Layanan tersebut disiapkan di dua lokasi di Kota Palangka Raya. Titik pertama berada di kawasan Bundaran Besar Telawang dan Lobby RTH Kota Palangka Raya yang beroperasi setiap hari pukul 08.00–20.00 WIB.
Sementara titik kedua berada di Aula Bakti Husada, Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, yang melayani masyarakat pada hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
“Rumah Oksigen tersebut dilengkapi oxygen concentrator, tabung oksigen, tempat tidur pasien, serta tenaga kesehatan yang disiagakan untuk memberikan penanganan. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar gubernur, Selasa (1/9/2026).
Langkah ini dilakukan seiring memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah. Data yang disampaikan Pemprov Kalteng menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya mencapai 481, Katingan 459, Kotawaringin Timur 442, dan Murung Raya 330. Angka tersebut masuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat.
Gubernur meminta penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak kabut asap terpenuhi.
“Pastikan warga yang terdampak mendapatkan pelayanan yang diperlukan. Jangan sampai kondisi kabut asap menambah beban masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan bantuan segera,” ujar Agustiar.
Selain menyiapkan fasilitas oksigen, Pemprov Kalteng juga mendorong masyarakat meningkatkan perlindungan diri. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Upaya perlindungan itu juga diwujudkan melalui pembagian 3.000 masker gratis oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Kalteng di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Pembagian masker tersebut menyasar masyarakat yang melintas sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kabut asap,” katanya.
Tak hanya itu, pada penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Pemprov Kalteng sebelumnya juga telah membuka pos pelayanan kesehatan dan Rumah Oksigen. Di lokasi tersebut masyarakat, petugas maupun relawan yang terdampak asap dapat memperoleh oksigen secara gratis, disertai pemeriksaan kesehatan, vitamin dan pembagian masker.
Dengan kondisi udara yang masih mengkhawatirkan, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Pemerintah mengingatkan agar warga segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar asap.
“Di sisi lain, upaya perlindungan masyarakat berjalan beriringan dengan penanganan sumber masalah. Kami terus memperkuat operasi pemadaman karhutla, termasuk pengerahan kekuatan udara dan penambahan sumber air di titik-titik rawan kebakaran,” tuturnya.
Pemprov Kalteng menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pemadaman api, perlindungan kesehatan masyarakat hingga pencegahan agar titik api tidak kembali muncul.
(Anindita Trinoviana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.