AS Waspadai Ancaman Drone
Al-Shabaab diperkirakan memiliki kemampuan finansial untuk membiayai kerja sama tersebut. Kelompok itu disebut memperoleh sedikitnya USD100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun per tahun melalui pemerasan terhadap pelaku usaha dan masyarakat di Somalia.
Dengan sumber dana tersebut, al-Shabaab dinilai mampu membayar senjata dan pelatihan yang diberikan Houthi.
Bagi AS, ancaman terbesar adalah kemungkinan al-Shabaab mendapatkan kemampuan serangan udara melalui drone. Senjata tersebut berpotensi digunakan untuk menyerang pangkalan militer AS dan Somalia.
“Saya tidak tahu apa rencana mereka, tetapi jelas ada sesuatu yang sedang dipersiapkan,” kata Brigjen Ahmed Abdullahi Sheikh, mantan komandan pasukan khusus Somalia.
Sementara itu, penasihat keamanan nasional Somalia Awes Yusuf Ahmed mengatakan hubungan kedua kelompok awalnya bersifat transaksional. Namun, perkembangan setelah konflik Iran-AS dapat menciptakan kepentingan strategis baru.
Salah satu ambisi Houthi yang disebut dalam laporan intelijen adalah memperoleh bantuan al-Shabaab untuk memasang radar guna memantau kapal-kapal yang melintas di perairan sekitar Teluk Aden.
Jika kerja sama tersebut terus berkembang, dua kelompok yang sebelumnya memiliki perbedaan sektarian itu berpotensi menciptakan ancaman baru terhadap keamanan kawasan sekaligus jalur perdagangan energi global.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.