Luluk mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan ketidaksesuaian data melalui mekanisme sanggahan di tingkat desa/kelurahan.
"Bagi masyarakat yang bantuannya terhapus atau datanya tidak sesuai, masih bisa melakukan sanggahan melalui operator desa setempat. Kami harap warga proaktif melapor agar data segera diperbaiki dan bantuannya bisa diusulkan cair kembali," kata Luluk Kusuma Agung Ariadi.
Dinas Sosial Kabupaten Blora mencatat hingga saat ini sudah ada sekitar 300 warga yang mengajukan proses sanggahan untuk perbaikan data penerima bansos.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.