Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI, Luhut B. Pandjaitan mengatakan, Indonesia harus membangun kapasitas sendiri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi.
"Salah satunya melalui pengembangan AI yang ditopang energi bersih serta pendidikan STEM," ujar Luhut, Sabtu (5/9/2026).
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan, tingginya penggunaan AI oleh generasi muda Indonesia harus diikuti dengan penguatan riset, talenta, infrastruktur, dan kebijakan.
"Penggunaan saja tidak otomatis menjadi kapasitas nasional," ujar Meutya.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar menjadi pasar bagi produk AI dari negara lain.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Scholas Occurrentes, Maria Paz Jurado mengingatkan bahwa pertanyaan terbesar di era AI bukan hanya mengenai apa yang mampu dilakukan oleh mesin.
Menurut dia, dunia juga harus menentukan manusia seperti apa yang ingin dibangun bersama teknologi tersebut.
Pembahasan di Bali itu menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak cukup hanya diukur dari seberapa canggih teknologi yang mampu diciptakan. Lebih jauh, dunia perlu memastikan teknologi tersebut berkembang secara adil sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pusat dari kemajuan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.