Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG Sebut OMC Berhasil Picu Hujan dan Tekan Karhutla, Operasi di Kalbar-Kalteng Diperpanjang

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2026 |21:10 WIB
BMKG Sebut OMC Berhasil Picu Hujan dan Tekan Karhutla, Operasi di Kalbar-Kalteng Diperpanjang
Kebakaran Hutan (foto: BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah.

Atas hasil tersebut, pemerintah memutuskan memperpanjang pelaksanaan OMC di kedua wilayah mulai 5 hingga 14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengatakan, BMKG mengoptimalkan analisis cuaca untuk menentukan potensi awan yang dapat digunakan dalam operasi penyemaian garam.

"Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap," ujar Seto di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

OMC di Kalimantan Barat sebelumnya berlangsung sejak 22 Agustus hingga 4 September 2026. Operasi yang didukung pembiayaan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tersebut melibatkan koordinasi BMKG bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo mengatakan, selama operasi di Kalimantan Barat, petugas telah menerbangkan puluhan sorti untuk melakukan penyemaian awan.

"Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial," ujar Budi.

 

Berdasarkan pemantauan BMKG, intervensi tersebut memicu hujan di sejumlah wilayah, termasuk Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, hingga Kota Pontianak.

Hujan yang turun disebut membantu meningkatkan kelembapan lahan gambut, mendinginkan area terdampak, menipiskan kabut asap, serta menekan munculnya titik api baru.

Sementara itu, OMC di Kalimantan Tengah telah dilakukan sejak 26 Agustus hingga 5 September 2026. Dalam periode tersebut, tercatat 10 sorti penerbangan dengan total bahan semai mencapai 8.000 kilogram NaCl.

Hasil operasi menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.

Seto menegaskan, penggunaan teknologi analisis cuaca dalam OMC menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengedepankan pencegahan dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya melakukan pemadaman setelah api membesar, tetapi juga melakukan intervensi lebih dini untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap terhadap masyarakat.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement