JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan dukungan analisis cuaca dan pemantauan dinamika atmosfer untuk menyukseskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.
Langkah pencegahan berbasis teknologi ini terbukti memicu hujan yang membasahi lahan gambut serta memadamkan titik api di sejumlah titik rawan.
Melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan Pemerintah Daerah, BMKG menerjunkan tim untuk mengawal pelaksanaan operasi.
Tim BMKG memantau pergerakan massa awan, arah angin, serta tingkat kelembapan udara secara real-time guna memastikan sasaran penyemaian awan tepat sasaran dan berdaya guna tinggi.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa keakuratan pasokan data cuaca menjadi syarat mutlak keberhasilan misi pencegahan bencana ekologis ini. BMKG mengoptimalkan setiap potensi awan yang memungkinkan tim untuk menyemai garam demi mendukung percepatan pengendalian karhutla.
"Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap," ujar Seto di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).