Melihat efektivitas hasil dan kebutuhan lapangan, pemerintah memperpanjang pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 5 hingga 14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan BNPB.
Seto menegaskan bahwa integrasi teknologi analisis cuaca BMKG dalam OMC menandai pergeseran paradigma tata kelola bencana ekologis di Indonesia. Pemerintah tidak lagi sekadar melakukan pemadaman reaktif saat api membesar, melainkan memprioritaskan tindakan pencegahan dini yang terukur.
"Melalui kolaborasi lintas sektoral ini, BMKG berkomitmen terus menyediakan analisis meteorologi terbaik guna menjaga kualitas udara, membasahi ekosistem gambut, dan melindungi masyarakat dari ancaman bahaya kabut asap," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.