Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB: 72.008 Hektare Lahan Gambut Terbakar, 734,81 Masih dalam Pemadaman

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |16:57 WIB
BNPB: 72.008 Hektare Lahan Gambut Terbakar, 734,81 Masih dalam Pemadaman
Kebakaran Hutan (foto: BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan 72.008 hektare lahan gambut di enam provinsi.

"Per hari ini untuk provinsi yang lahan gambut, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, itu yang terbakar 72.008 hektare," kata Kepala BNPB Suharyanto usai rapat bersama di Graha Marinir Panti Perwira, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Dari total keseluruhan lahan yang terbakar, sebanyak 98 persen telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, masih terdapat 734,81 hektare lahan yang dalam tahap pemadaman.

"Kemudian, yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare, yang masih terbakar per kemarin 734,81 hektare. Nah, sekarang sedang dipadamkan ini yang 734,81 hektare," sambungnya.

Meski pemadaman terus dilakukan, Suharyanto menyebut hal tersebut bukan berarti luasan lahan terbakar otomatis berkurang. Karakteristik lahan gambut, menurutnya, dapat menimbulkan potensi api kembali meski telah dilakukan penyemprotan air.

"Apakah nanti jadi berkurang? Nah, ini belum tentu. Kenapa? Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan, dilakukan lagi patroli dari hasil satelit Kementerian Kehutanan dan BMKG, hotspot, itu kita patroli. Baik lewat udara maupun darat, ketahuanlah titik kebakaran, fire spot," ucap dia.

"Nah, dari fire spot itu mudah-mudahan turun, tapi kadang-kadang juga bisa naik. Kenapa? Karena ada titik api yang baru, atau yang kebakaran kemarin yang sudah padam itu membara lagi," sambungnya.

Meski berpotensi kembali menimbulkan titik api, BNPB tetap melakukan pemantauan secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang kembali muncul.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement