Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pencarian 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau yang Hilang Diperluas, 7 SRU Dikerahkan

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Rabu, 09 September 2026 |18:35 WIB
Pencarian 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau yang Hilang Diperluas, 7 SRU Dikerahkan
Tim SAR memperluas pencarian jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau.
A
A
A

JAKARTA – Memasuki hari kedua operasi SAR, Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran dengan mengerahkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) ke sejumlah sektor untuk mencari delapan orang yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/9/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa pihaknya memperluas area pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur serta sarana yang tersedia.

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Lebih lanjut, operasi pencarian menggunakan KN SAR Tetuka 247 bertugas melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan total jarak 68,3 nautical mile (NM). Sementara itu, KAL Anyer menyisir area yang sama dengan total jarak 69,5 NM.

Pencarian juga dilakukan oleh RIB 02 dan RIB 03 Lampung di Sektor 1 dengan total jarak 67 NM. Selain melakukan penyisiran, tim turut melakukan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Krakatau.

Sementara itu, RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM, sedangkan KRI Leuser dan KRI Lepu masing-masing melakukan pencarian di sektor yang telah ditentukan.

Sejumlah SRU telah melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, hingga laporan diterima, seluruh penyisiran masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.

 

Sekitar pukul 13.31 WIB, SRU 1 yang menggunakan KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Dalam proses pencarian tersebut, Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik yang cukup tebal.

“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” sambungnya.

Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 yang menggunakan KP Sanjaya masih melakukan pencarian sesuai titik koordinat SAR Map dan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Ia menegaskan Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dan mengevaluasi perkembangan operasi secara berkala.

“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tuturnya.

Sebagai informasi, lima jurnalis dinyatakan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kelimanya berangkat dari Anyer menggunakan speedboat menuju kawasan Krakatau.

Kelima jurnalis itu adalah Yudistiro Pranoto dari iNews, Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Daus dari Anadolu, serta Donal, jurnalis freelance.

Informasi terakhir menyebutkan komunikasi sempat terjalin dengan Muhammad Bagus Khoirunas, fotografer Antara Biro Banten. Kontak dengan salah satu anggota rombongan itu diketahui berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, seluruh anggota rombongan tidak lagi dapat dihubungi.

 

Merespons laporan tersebut, Basarnas mengerahkan Tim 1 yang diberangkatkan pada pukul 14.59 WIB menuju Pulau Sebesi dan kawasan Gunung Anak Krakatau.

Tim Basarnas USS Pandeglang tersebut terdiri atas Agus, Sulaiman, Bagas, Wisnu, dan Agung. Seorang personel tambahan, Dedi, turut bergabung dalam operasi pencarian.

Tim kemudian menyisir perairan dan daratan di sekitar Pulau Sebesi serta kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menemukan jejak maupun memastikan keberadaan para korban.

Pencarian speedboat hilang kontak di perairan Selat Sunda tersebut terus dilakukan tim SAR gabungan. Petugas masih berupaya menemukan posisi kendaraan air yang membawa rombongan jurnalis itu, meski menghadapi kendala akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/9/2026).

Tim SAR mengerahkan kapal KN 247 Tetuka untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan para korban. Operasi pencarian dilakukan dari Pelabuhan Pelindo, Cilegon, Banten.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement