Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Basarnas: 114 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi, 6 Meninggal dan 129 Masih Hilang

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |10:14 WIB
Basarnas: 114 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi, 6 Meninggal dan 129 Masih Hilang
Update pencarian korban KM Virgo TRansport 8.
A
A
A

JAKARTA — Tim SAR hingga Senin (14/9/2026) telah berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 penumpang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 penumpang.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan proses pencarian dan evakuasi terhadap korban yang masih hilang terus digencarkan. Operasi pencarian dibagi ke dalam enam sektor dengan luas area mencapai 2.600 nautical mile.

“Dan alhamdulillah, beberapa korban yang tadi sudah disampaikan, ada 114 korban telah berhasil dievakuasi. Dan mudah-mudahan hari ini kita masih bisa mendapatkan korban-korban yang masih dinyatakan hilang untuk bisa kita evakuasi dalam kondisi selamat,” kata Syafii.

Syafii menjelaskan, operasi pencarian dilakukan secara paralel di seluruh sektor yang telah ditentukan. Tim SAR juga mengoptimalkan penyisiran berdasarkan informasi dan perkembangan di lapangan.

“Rata-rata semua sektor memang kita laksanakan operasi secara paralel. Jadi dari titik start sampai finish, tidak sampai bersinggungan antara sektor satu sampai sektor enam. Jadi itu yang kita laksanakan dan hasil operasi, bahwa kita akan arahkan maksimalkan untuk ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, tiga kapal yang mengangkut korban telah tiba dan bersandar di dermaga. KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin mengalami keadaan darurat akibat cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) sebelum akhirnya terbalik.

Menurut Syafii, dalam kondisi normal, perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh sekitar lima hingga enam jam. Namun, faktor cuaca serta kecepatan arus yang berada di atas normal membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.

“Dalam keadaan normal kalau cuaca baik, rata-rata lima sampai enam jam. Namun pada saat kondisi yang tidak baik, apalagi dengan arah arus dan kecepatan arus yang di atas normal, tentunya untuk perjalanan bisa memakan waktu, kaya kapal pertama bisa sampai 9 jam. Jadi itu kondisi yang kita hadapi saat ini,” paparnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement