Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Dekade HSN, Santri Akan Diberi Kesempatan Sampaikan Gagasan ke Presiden 

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |22:21 WIB
Satu Dekade HSN, Santri Akan Diberi Kesempatan Sampaikan Gagasan ke Presiden 
Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu
A
A
A

JAKARTA  - Momentum satu dekade peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dimanfaatkan untuk menampilkan sumber daya manusia (SDM) unggul dari kalangan santri. Seluruh santri dengan beragam prestasi, kemampuan, dan latar belakang dinilai perlu mendapat ruang lebih luas untuk menunjukkan kontribusinya bagi bangsa.

“Jadi, kalau 10 tahun kita memperingati Hari Santri, akan menarik sekali kalau menampilkan SDM santri yang unggul,” ujar Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu di Jakarta, Selasa (15/9/2026). 

“Santri itu juga merupakan bagian dari lembaga pendidikan yang bisa melahirkan manusia-manusia unggul. Apalagi kalau manusia unggul itu berasal dari keluarga yang tidak seberuntung yang lain,” lanjutnya.

Peringatan satu dekade Hari Santri juga dapat menjadi ruang untuk mengangkat kisah santri dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mereka yang selama ini belum banyak mendapat sorotan. Prestasi, pengalaman, dan gagasan mereka dapat menjadi bagian dari narasi Hari Santri 2026.

Ismail  juga mendorong agar peringatan Hari Santri menghadirkan ruang dialog yang dapat menunjukkan kapasitas intelektual para santri. Santri dari berbagai daerah, kata dia, perlu diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan secara langsung dalam forum nasional.

“Bahkan, santri dari berbagai daerah dapat diberi kesempatan menyampaikan gagasan secara langsung dalam forum nasional, termasuk kepada Presiden,” tandasnya.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno, menekankan pentingnya menjadikan Hari Santri 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan kontribusi nyata pesantren kepada masyarakat. 

 

Menurutnya, terdapat tiga fungsi utama pesantren yang perlu lebih banyak ditampilkan kepada publik, yaitu pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah.

Kontribusi pesantren tersebut perlu disampaikan melalui bukti dan cerita nyata dari berbagai daerah.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melihat pesantren sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memahami perannya dalam pemberdayaan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

“Jadi, tiga fungsi itu menurut saya yang harus diamplifikasi untuk tahun ini dalam pelaksanaan Hari Santri, supaya betul-betul bisa menggambarkan sekaligus mengedukasi bahwa pesantren juga memiliki banyak capaian,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement