Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragedi Kapal Tenggelam Beruntun, BMKG Imbau Waspadai Gelombang dan Selalu Pantau Cuaca

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 16 September 2026 |00:05 WIB
Tragedi Kapal Tenggelam Beruntun, BMKG Imbau Waspadai Gelombang dan Selalu Pantau Cuaca
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Agie Wandala Putra M.sc.
A
A
A

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan kepada para pelaku pelayaran terkait kondisi cuaca dan gelombang tinggi yang terjadi di Indonesia saat ini. Peringatan ini disampaikan menyusul terjadinya musibah kapal tenggelam yang terjadi secara beruntun dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Agie Wandala Putra M.sc., mengatakan Indonesia saat ini berada dalam fase Monsun Australia atau yang dikenal sebagai angin timuran. Kondisi tersebut membuat dinamika laut Indonesia meningkat, mulai dari perubahan angin, tekanan udara, perawanan, hingga tinggi gelombang.

"Saat ini Monsun Australia itu sedang kuat dan bahkan lebih kuat daripada normalnya," ujar Andri dalam program Morning Zone, Selasa (15/9/2026).

Menurut Agie, hal ini membuat kondisi Laut Jawa dinamis dengan tinggi gelombang di sejumlah wilayah bahkan dapat mencapai 2,5 meter. Peningkatan gelombang juga dipengaruhi kombinasi arus yang dalam beberapa waktu terakhir turut menguat.

Berdasarkan catatan BMKG, tinggi gelombang di Laut Jawa dalam beberapa waktu terakhir berada di kisaran 1,5–2,5 meter, yang disertai kecepatan angin sekitar 10–25 knot.

Agie juga menegaskan bahwa setiap wilayah perairan Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda.

Kawasan perairan selatan Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia memiliki tinggi gelombang relatif lebih besar sehingga pelayaran kapal-kapal kecil cenderung lebih terbatas. Sejumlah wilayah di Laut Banda dan Papua Barat juga memiliki karakteristik arus yang kuat, sementara di kawasan Labuan Bajo terdapat beberapa titik dengan karakter arus lokal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pelayaran.

 

Andri mengingatkan bukan berarti perairan seperti Laut Jawa, Laut Maluku, dan Laut Sulawesi selalu aman. Ada periode tertentu ketika gelombang di wilayah tersebut meningkat, seperti kondisi yang terjadi saat ini.

Waspadai Squall dan Gelombang Silang

Selain gelombang tinggi, pelaut juga perlu mewaspadai fenomena squall atau peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Fenomena tersebut dapat terjadi ketika terdapat gugusan awan tebal, termasuk awan cumulonimbus.

"Squall ini sebenarnya biasa terjadi kalau ada gugusan awan-awan yang tebal. Kita bisa sebut sebagai cumulonimbus yang gelap, pekat, bergumpal dan sebagainya. Itu bisa menyebabkan peningkatan kecepatan angin yang tiba-tiba, tetapi singkat," kata Agie.

Pentingnya Informasi Cuaca Sebelum Berlayar

Andri mengatakan bahwa aman atau tidaknya sebuah pelayaran tidak ditentukan hanya berdasarkan satu variabel. Kondisi kapal, cuaca, tinggi gelombang, kecepatan angin, arus, hingga rute yang ditempuh harus diperhitung secara menyeluruh.

Karena itu, informasi cuaca tidak boleh diabaikan oleh pelaku pelayaran. Dengan dukungan teknologi dan informasi prakiraan yang semakin detail, kondisi laut dapat dipantau lebih awal sehingga keputusan terkait perjalanan, rute, dan keselamatan kapal dapat dipersiapkan secara lebih matang.

Informasi cuaca dari BMKG dapat menjadi salah satu referensi penting bagi operator kapal. Informasi tersebut tersedia untuk periode 1 hari, 3 hari, hingga 7 hari ke depan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk melakukan perencanaan perjalanan dan mitigasi risiko sejak dini.

 

Sementara bagi masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kapal, informasi kondisi laut juga dapat dipantau secara mandiri melalui kanal informasi BMKG. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengikuti keputusan regulator, khususnya Syahbandar dan otoritas perhubungan laut, yang memiliki kewenangan terkait izin berlayar.

"Seluruh mitra BMKG ataupun seluruh pelaku yang memberikan izin berlayar ini pasti semuanya sudah menimbang seluruh aspek. Kondisi kapal, keselamatan, dan sebagainya pasti semuanya sudah dicek dan salah satu pertimbangannya juga adalah variabel cuaca," jelas Agie.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement