Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi Karhutla, Pemerintah Kerahkan 55 Armada Udara dan Ribuan Personel

Awaludin , Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |15:45 WIB
Hadapi Karhutla, Pemerintah Kerahkan 55 Armada Udara dan Ribuan Personel
Kebakaran Hutan (Foto: BNPB)
A
A
A

Di darat, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan masyarakat melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, pendinginan, hingga mopping up. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul.

Menurutnya, September menjadi periode penting bagi seluruh unsur untuk menjaga kesiapsiagaan.

“Bulan September adalah fase krusial bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan memperkuat koordinasi pemadaman,” ujarnya.

Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla tahun ini. BMKG mencatat sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga Dasarian I September 2026. Sebanyak 1.637 titik pengamatan mengalami Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan.

Pada periode yang sama, El Nino berada pada kategori sangat kuat dengan anomali suhu muka laut Niño 3.4 sebesar +2,76 derajat Celsius.

Kondisi tersebut membuat pemerintah tidak hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Upaya pencegahan diperkuat dengan memanfaatkan informasi cuaca dan teknologi OMC untuk meningkatkan peluang hujan serta menjaga kelembapan tanah, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar.

"Di Kalimantan Barat, OMC yang dilaksanakan dengan dukungan BMKG berhasil menghasilkan hujan di sejumlah wilayah rawan," sambungnya.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement