Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menlu RI Tegaskan Upaya Perdamaian Palestina Butuh Perubahan Nyata, Bukan Sekadar Komitmen

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 22 September 2026 |11:16 WIB
Menlu RI Tegaskan Upaya Perdamaian Palestina Butuh Perubahan Nyata, Bukan Sekadar Komitmen
Menlu RI Sugiono menghadiri pertemuan menlu delapan negara Arab dan Islam. (Foto: Kemlu RI)
A
A
A

NEW YORK — Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Sugiono menghadiri pertemuan menlu delapan negara Arab dan Islam pada Senin (21/9/2026). Pertemuan Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries yang dihadiri Menlu Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Pakistan tersebut membahas penguatan upaya perdamaian Palestina.

“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” kata Menlu RI dalam pertemuan tersebut, sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemlu RI, Selasa.

Menurutnya, prioritas saat ini adalah memastikan upaya perdamaian dapat menghasilkan perubahan nyata di lapangan, terutama di tengah situasi Gaza yang justru terus memburuk.

“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” kata Menlu Sugiono.

Menlu RI juga menekankan pentingnya negara-negara Kelompok Delapan (Group of Eight) untuk terus menyuarakan pesan tegas yang seirama dan menjaga dorongan bersama bagi perdamaian Palestina.

Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan dengan berbagai mitra demi kemajuan proses perdamaian di Palestina. Partisipasi aktif masyarakat Palestina adalah salah satu aspek utama agar perdamaian yang berkelanjutan dapat terwujud.

Pertemuan Tingkat Menteri Group of Eight ini merupakan kelanjutan dari koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang diinisiasi pada High-Level Week Sidang Majelis Umum ke-80 PBB pada tahun 2025 untuk mencari langkah konkret penyelesaian isu Palestina. Sejak saat itu, koordinasi terus diperkuat melalui pelibatan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat, guna menjaga momentum diplomatik dan mendorong langkah bersama menuju perdamaian di Gaza.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement