NAYPYIDAW — Setidaknya 50 orang tewas dan 58 lainnya terluka setelah militer Myanmar melancarkan serangan udara di wilayah Kyauktaw, Negara Bagian Rakhine utara, menurut laporan media. Serangan pada Senin (28/9/2026) itu menyasar sebuah jembatan dan pasar di wilayah Kyauktaw, Rakhine utara—area yang saat ini dikuasai oleh kelompok oposisi.
Menurut laporan The Irrawaddy pada Selasa (29/9/2026), sebuah jet militer menghantam Jembatan Kissapanadi (atau Kaladan) dan pasar ramai yang dikenal sebagai "Pasar India". Para pejalan kaki, pembeli, dan pekerja termasuk di antara korban jiwa dan luka-luka.
Serangan minggu ini terhadap kota pesisir Kyauktaw, yang terletak di tepi Sungai Kaladan, merupakan salah satu serangan paling mematikan sejak pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, menjabat sebagai presiden pada April tahun ini.
Myanmar telah dilanda perang saudara berkepanjangan selama bertahun-tahun. Konflik ini semakin memanas setelah Min menggulingkan pemerintahan terpilih pada Februari 2021.
Sejumlah kelompok oposisi etnis sedang memerangi pemerintahan Min di berbagai wilayah negara tersebut.
Rakhine merupakan tempat tinggal utama bagi komunitas Rohingya, kelompok mayoritas Muslim yang menghadapi persekusi baik dari junta Myanmar maupun kelompok oposisi lainnya. Selama bertahun-tahun, ratusan ribu orang Rohingya telah dipaksa meninggalkan negara Asia Tenggara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.