Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penampakan Uang Dalam Tong Bupati Klaten, Isinya Rp934 Juta

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Sabtu, 17 Oktober 2026 |12:45 WIB
Penampakan Uang Dalam Tong Bupati Klaten, Isinya Rp934 Juta
Penampakan uang dalam tong yang diamankan saat KPK OTT Bupati Klaten (Foto: Isra T/Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan tong berwarna biru berisi uang sebanyak Rp934 juta diduga hasil suap. Tong itu diamankan bersamaan dengan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat 16 Oktober 2026.

"Tong atau ember berwarna biru berisi uang sekitar 934 juta diamankan tim di rumah HAS yang merupakan adik dari Bupati Klaten," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, uang tersebut diduga merupakan penerimaan suap oleh Bupati dari sejumlah klaster sesuai dengan konstruksi perkara yang telah disampaikan KPK. Selain uang di dalam tong, terdapat pula uang yang masih tersimpan dalam amplop-amplop. Seluruhnya ditemukan dalam OTT terhadap Bupati Klaten tersebut.

"Kami juga menunjukkan uang sekitar senilai Rp300 juta yang masih tersimpan dalam sejumlah amplop yang juga diduga penerimaan yang dilakukan oleh Bupati," tuturnya.

Tidak hanya uang rupiah, dalam OTT terhadap Bupati Klaten juga ditemukan mata uang asing dari Tiongkok, yakni yuan. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti dengan total nilai sekitar Rp1,2 miliar.

"Selain itu kami juga menunjukkan valuta uang asing dalam mata uang yuan senilai sekitar 5.972 yuan atau equivalen dengan nila sekitar 16 juta sehingga total barang bukti diamankan dalam peristiwa tangkap tangan ini sejumlah 1,2 miliar," katanya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement