Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Netanyahu: Israel Siap Serang Iran Tanpa Libatkan AS

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |23:05 WIB
Netanyahu: Israel Siap Serang Iran Tanpa Libatkan AS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
A
A
A

TEL AVIV - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel siap menyerang Iran tanpa partisipasi Amerika Serikat (AS) jika diperlukan. Ia berjanji untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran dan menjadikan serangan pendahuluan sebagai prinsip utama dalam doktrin keamanannya.

Pernyataan ini muncul di tengah negosiasi tidak langsung yang sedang berlangsung terkait perang yang dimulai oleh AS dan Israel pada bulan Februari. Israel, yang merupakan penerima utama pendanaan militer dan persenjataan dari Amerika, membenarkan serangan-serangannya dengan alasan keamanan—meskipun konflik tersebut telah meluas ke seluruh kawasan, mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, dan memicu kenaikan harga energi global.

Dalam pidato yang memaparkan doktrin keamanannya pada Minggu, (18/10/2026), Netanyahu berargumen bahwa Iran akan terus membangun kembali kemampuan nuklir dan militernya selama pemerintahannya masih berdiri. Ia menegaskan bahwa Israel siap melancarkan serangan lebih lanjut tanpa harus menunggu keterlibatan Amerika Serikat.

“Jika kami harus bertindak sendiri, kami akan bertindak sendiri,” ujarnya, sebagaimana dilansir RT.

Netanyahu merujuk pada kampanye Israel sebelumnya terhadap Iran sebagai sebuah model. Ia menceritakan bahwa dirinya pernah menyampaikan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa ia akan tetap menyerang Teheran “bagaimanapun caranya,” seraya menawarkan kesempatan bagi Amerika untuk turut serta dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Fordow.

Ia menggambarkan tindakan lebih lanjut terhadap Iran sebagai urusan yang belum tuntas, dengan secara eksplisit menetapkan penggulingan pemerintahan negara tersebut sebagai tujuan akhir. “Kami sedang mengupayakannya dan kami akan melakukannya,” tegas Netanyahu.

Meskipun Teheran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir, Netanyahu kembali mengeklaim bahwa serangan AS-Israel telah mencegah Iran memperoleh bom atom yang ditujukan untuk menghancurkan Israel.

 

Netanyahu menggambarkan serangan-serangan baru tersebut sebagai bagian dari doktrin yang lebih luas, yang memprioritaskan serangan daripada pertahanan. Ia mengibaratkan tindakan menyerang lebih dulu seperti mendapatkan keunggulan dalam perkelahian jalanan saat masa kanak-kanak, seraya menambahkan bahwa Israel dapat mendirikan pangkalan jauh di luar perbatasannya.

“Kita harus hidup dengan mengandalkan pedang agar bisa terus bertahan selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Ia juga memaparkan rencana untuk menyita dan menghancurkan apa yang ia sebut sebagai pusat-pusat ancaman di wilayah Tepi Barat yang diduduki, menetapkan pencegahan berdirinya negara Palestina sebagai prinsip dasar, serta memasukkan upaya untuk mengganggu sistem militer maupun “sistem sipil” ke dalam strategi pencegahannya.

Negosiasi antara AS dan Iran saat ini telah menemui jalan buntu. Bulan lalu, Trump menolak usulan Teheran dengan menyebutnya “tidak dapat diterima”. Ia bersikeras bahwa blokade AS telah membuat Iran “mengalami kekalahan telak” dan kini harus mencari kesepakatan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Washington.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Sabtu, (17/10/2026) menegaskan kembali bahwa pelayaran normal di Selat Hormuz dapat kembali berlangsung dalam waktu tujuh hari jika Washington menerima persyaratan Teheran, yang mencakup pencabutan blokade angkatan laut, pelonggaran pembatasan ekspor minyak, pelepasan aset yang dibekukan, serta penghentian permusuhan di semua lini—termasuk operasi Israel di Gaza dan Lebanon.

Meskipun demikian, Trump telah melontarkan ancaman untuk kembali melancarkan pengeboman. Axios baru-baru ini melaporkan bahwa para pejabat AS memperkirakan operasi tempur skala besar dapat berlanjut setelah pemilihan paruh waktu pada bulan November.

Teheran telah memperingatkan bahwa serangan lain akan memicu pembalasan yang lebih luas, yang berpotensi menyasar infrastruktur teknologi Amerika di seluruh kawasan Teluk.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement