Kualitas Riset UIN Masuk Pemeringkatan Dunia
Salah satu capaian yang disoroti Kemenag adalah masuknya sejumlah UIN dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings 2027.
Dalam indikator Research Quality, empat UIN yang disebut mencatatkan capaian tersebut adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Capaian tersebut juga disertai dengan masuknya sejumlah guru besar UIN dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia atau World's Top 2% Scientists.
Nasaruddin mengatakan, capaian akademik tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
“Buktinya, lembaga pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama tidak mengecewakan, bahkan di tingkat lanjutan banyak sekali alumni-alumni kita yang diterima di berbagai negara dan universitas terbaik dunia,” tegas Nasaruddin.
KIP Kuliah dan Beasiswa Perluas Akses Pendidikan
Selain mendorong kualitas akademik, Kemenag menyatakan terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui program bantuan biaya pendidikan dan beasiswa.
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin mengungkapkan, sepanjang 2025–2026, alokasi anggaran KIP Kuliah menjangkau 289.255 mahasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan dengan nilai mencapai Rp3,032 triliun. Sebanyak 83 persen dari total alokasi tersebut disebut diserap oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Selain KIP Kuliah, Kemenag juga menjalankan program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan beasiswa percepatan kualifikasi dosen untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia di lingkungan PTKI.
“Bagi kami, yang penting bukan hanya berapa besar dana yang disalurkan, melainkan seberapa besar dampaknya dalam membuka jalan bagi generasi muda untuk berkembang dan berdaya di masa depan,” kata Kamaruddin.
