PROBOLINGGO – Sejumlah jet tempur milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan uji coba penggunaan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur sebagai pangkalan udara darurat atau runway (landasan pacu) pesawat tempur, Kamis (22/10/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi strategi pertahanan nasional jika pangkalan udara utama mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan.
KSAU Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono menjelaskan, ruas Tol Paspro dinilai sangat layak dijadikan landasan pacu darurat karena telah memenuhi seluruh persyaratan teknis militer.
“Ruas tersebut memiliki lebar 24 meter, jalur lurus tanpa rintangan sepanjang 3,4 kilometer, serta berada di lokasi yang relatif aman dari pemukiman padat penduduk,” ujarnya.
Uji coba take-off dan landing dipusatkan di Kilometer 834 hingga Kilometer 837+500 ruas Tol Paspro. Sebanyak enam unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) andalan TNI AU diterjunkan dalam simulasi ini, yakni dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, dua unit pesawat latih tempur Super Tucano, serta dua unit helikopter Super Caracal.
Setelah melakukan pendaratan dan lepas landas di KM 834, jet-jet tempur tersebut melakukan atraksi penghormatan udara (flypass) di hadapan KSAU Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, Wakil Menteri Kesehatan, serta jajaran pejabat Kementerian Pekerjaan Umum.
Guna mendukung kelancaran dan keselamatan simulasi pertahanan udara ini, ruas Tol Paspro di titik uji coba telah ditutup sementara sejak 19 Oktober dan dijadwalkan kembali dibuka untuk umum pada Kamis (22/10/2026) pukul 18.00 WIB.
Prosesi pendaratan jet tempur di jalur bebas hambatan ini memantik perhatian besar masyarakat sekitar Probolinggo. Warga berbondong-bondong berkumpul di area luar barikade pengamanan untuk menyaksikan dari dekat deru mesin dan aksi pendaratan pesawat tempur dari jarak aman.