JAKARTA - Sebanyak 436 prajurit Komando angkatan ke-50 (A-50) resmi mengenakan baret jingga dan menjadi bagian dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) usai menepuh pendidikan pasukan komando. Korpasgat merupakan pasukan elite TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Tradisi pembaretan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Korpasgat (Kaskorpasgat) Marsda TNI Anis Nurwahyudi di tengah deburan ombak Pantai Santolo, Garut, Jawa Barat.
Pembaretan ini sekaligus menjadi simbol keberhasilan melewati pendidikan komando yang menuntut ketangguhan fisik, mental, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Dalam amanat Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis yang disampaikan oleh Kaskorpasgat Anis Nurwahyudi, ditegaskan keberhasilan yang diraih bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah.
Baret jingga yang dikenakan merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, disiplin, ketahanan fisik, kekuatan mental, serta semangat pantang menyerah yang telah ditempa selama pendidikan.
“Jadilah prajurit Komando Korpasgat yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan satuan maupun masyarakat. Pertahankan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” tegas Panglima Korpasgat, dikutip, Selasa (13/10/2026).
Ratusan prajurit yang terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama itu telah menjalani rangkaian Pendidikan Komando A-50 sejak Mei 2026. Dalam pendidikan tersebut, Letda Pas M. Rifky Said dari Mako Korpasgat meraih predikat lulusan terbaik.
Rangkaian tradisi pembaretan berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, ditandai dengan penyematan baret jingga dan brevet Komando kepada para prajurit yang telah menempuh pendidikan.