Kawasan yang terdampak kebakaran membutuhkan perhatian lebih dari sekadar pemadaman. Kerusakan vegetasi dan terganggunya fungsi lingkungan menjadi pengingat bahwa proses pemulihan harus dilakukan secara berkelanjutan agar kawasan tersebut dapat kembali menjalankan fungsi ekologisnya.
Penanaman pohon menjadi salah satu langkah awal dalam proses rehabilitasi tersebut. Namun, bibit yang telah ditanam perlu dirawat, dipantau pertumbuhannya, dan dilindungi agar dapat berkembang dengan baik.
“Tanpa pemeliharaan yang konsisten, kegiatan penanaman berisiko tidak memberikan hasil optimal bagi pemulihan kawasan,” ujarnya.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin turut menyampaikan terima kasih atas sinergi dan dukungan Gubernur Kalimantan Tengah dalam upaya rehabilitasi lingkungan. Kerja sama antara pemerintah daerah dan TNI dinilai menjadi bagian dari penguatan kolaborasi untuk mendukung pelestarian alam.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menghadapi karhutla. Upaya ini tidak hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi juga melalui pencegahan, pemulihan lingkungan, dan pemeliharaan kawasan agar tetap terlindungi,” ujarnya.