Di balik kemenangan Lula, proses pemungutan suara di Brasil diwarnai tuduhan adanya upaya menghambat partisipasi pemilih.
Sekutu Lula menuding pendukung Flavio Bolsonaro mengurangi ketersediaan transportasi umum, termasuk bus, yang dinilai dapat menyulitkan pemilih dari kalangan kelas pekerja untuk mendatangi tempat pemungutan suara. Sementara itu, hujan lebat melanda sejumlah wilayah selatan yang dikenal sebagai basis dukungan Bolsonaro.
Kedua kubu kemudian mengajukan permohonan kepada Mahkamah Agung agar waktu pemungutan suara diperpanjang. Hakim Mahkamah Agung Cristiano Zanin memutuskan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam, hingga pukul 19.00 waktu Brasilia.
Namun, Bolsonaro mempersoalkan keputusan tersebut. Ia berpendapat bahwa sejumlah tempat pemungutan suara tidak dapat menyesuaikan diri dengan perpanjangan waktu secara tepat, sehingga berpotensi memengaruhi kesempatan pendukungnya untuk memberikan suara.
Kontroversi tersebut turut memicu ketegangan setelah Bolsonaro menolak mengakui hasil pemilu dan mengisyaratkan upaya hukum untuk menggugat hasil pemungutan suara.