Lalu, RJ memiliki peran membeli dan memenuhi segala kelengkapan serta peralatan yang dibutuhkan untuk mengolah sabu cair. Kemudian, BS dan MN memiliki peran sebagai penjemput dan mengantarkan dua orang koki warga negara Cina dari Malaysia ke Aceh.
"Kemudian yang terakhir adalah RM dan RY memiliki peran menjemput di Bandara Sultan Iskandar Mahmud, Iskandar Muda Banda Aceh dan mengantarkannya ke lokasi tempat pembuatan sabu kristal tersebut," ucap Zulkarnain.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap laboratorium pembuatan sabu Blue Ice seberat 1,2 ton di wilayah Aceh. Pengungkapan ini merupakan joint operation antaran Polri, BNN dan Bea Cukai.
"Kita telah berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya sangat fantastis. Yang paling penting, kita bisa menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran yang dapat merusak masa depan anak-anak kita. Tepuk tangan dulu, Bapak dan Ibu sekalian," kata Suyudi dalam jumpa pers, Jumat (23/10/2026).
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.