Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi Era AI, Menag Dorong Pesantren Perkuat Teknologi dan Tradisi Keilmuan

Awaludin , Jurnalis-Sabtu, 31 Oktober 2026 |13:25 WIB
Hadapi Era AI, Menag Dorong Pesantren Perkuat Teknologi dan Tradisi Keilmuan
Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto: dok ist)
A
A
A

Nasaruddin mengingatkan, kekuatan pesantren tidak hanya terletak pada penguasaan kitab-kitab keislaman, tetapi juga tradisi sanad keilmuan, kedalaman pemahaman agama, serta pembentukan karakter melalui keteladanan para kiai.

Kajian kitab kuning, halaqah, pembelajaran langsung bersama guru, hingga penghormatan terhadap otoritas keilmuan merupakan kekhasan pesantren yang harus tetap dijaga.

"Tradisi tersebut menjadi fondasi dalam membentuk pola pikir, kedisiplinan intelektual, dan tanggung jawab moral santri," tuturnya.

Menag menilai penguasaan teknologi dan pelestarian tradisi bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Sebaliknya, pesantren memiliki peluang untuk memadukan kekayaan khazanah keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Dengan perpaduan tersebut, teknologi dapat memperluas ruang pengembangan keilmuan pesantren, sementara tradisi pendidikan dan pembentukan akhlak menjadi landasan dalam memanfaatkan kemajuan zaman.

Keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan karakter dinilai penting agar santri tidak sekadar mampu mengikuti perubahan, tetapi juga dapat memberikan arah bagi perkembangan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Menag turut mengingatkan sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan bangsa. Salah satu tonggak sejarah yang melatarbelakanginya adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.

"Resolusi Jihad menunjukkan bahwa pengabdian ulama dan santri tidak hanya terbatas pada pendidikan dan dakwah, tetapi juga mencakup tanggung jawab menjaga kedaulatan serta keutuhan bangsa," sambungnya.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement