JAKARTA - Presiden Paraguay, Santiago Pena mengundurkan diri setelah gelombang desakan pemakzulan dan demonstrasi besar-besaran, menyusul kolapsnya lembaga keuangan digital Ueno. Krisis tersebut menyebabkan sekitar 3 juta nasabah kehilangan akses terhadap rekening mereka.
Keputusan pengunduran diri Pena diumumkan melalui pidato yang direkam dalam video. Ia menyebut langkah tersebut diambil demi menjaga stabilitas negara, perdamaian sosial, serta keberlangsungan lembaga demokrasi di Paraguay.
"Saya melakukan ini dengan mempertimbangkan stabilitas negara kita, perdamaian sosial, dan kebutuhan untuk melestarikan lembaga-lembaga demokrasi kita," kata Pena, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (6/11/2026).
Situasi semakin sulit setelah Pena kehilangan dukungan dari sejumlah anggota partainya sendiri yang berhaluan konservatif. Wakil Presiden Pedro Alliana dijadwalkan mengambil alih jabatan presiden setelah pengunduran diri tersebut.
Pena, yang dikenal sebagai sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menghadapi tuduhan serius dari anggota parlemen. Ia dituding terlibat konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, hingga dugaan upaya menutupi persoalan kelembagaan yang berkaitan dengan kolapsnya Ueno.