getting time...

NEWS » News

Taiwan Intensifkan Pencarian 27 WNI

Jum'at, 30 November 2007 06:01 wib

JAKARTA - Taiwan berjanji untuk terus melakukan upaya pencarian terhadap 27 pelaut WNI yang masih hilang akibat kapalnya diterjang badai di perairan timur laut Taiwan.

Komitmen Pemerintah Taiwan ini disampaikan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri (Deplu) Teguh Wardoyo tadi malam. Teguh melanjutkan, pihaknya sudah mengantongi seluruh nama WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) berjumlah total 28 orang itu. Satu orang lelaki telah ditemukan dalam keadaan selamat dan 27 masih dalam proses pencarian.

"Saya lupa detail nama atau daerahnya, karena banyak daerah. Staf kita di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia sudah bertemu dengan WNI yang selamat," jelasnya, Kamis (29/11/2007).

Namun, berdasarkan keterangan petugas Badan Penjaga Pantai Taiwan (CGA), nama WNI yang selamat itu adalah Herry Marthen J Teguh mengatakan, dari hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan Taipei, diketahui otoritas setempat telah menyiapkan 10 kapal laut dan 1 helikopter untuk operasi pencarian.

Masa pencarian, lanjut Teguh, tidak akan dibatasi hingga semua WNI tersebut dapat ditemukan. Seperti diberitakan sebelumnya, Tim SAR Taiwan pagi kemarin waktu setempat baru berhasil menemukan satu dari 28 pelaut Indonesia yang terapung- apung di Laut Taiwan dalam kondisi selamat. Tim SAR Taiwan melakukan pencarian setelah menerima sinyal tanda bahaya dari kapal berbendera Panama bernama Mezzanine itu.

"Saya perkirakan kapal itu sudah tenggelam setelah sebelumnya sempat mengirimkan sinyal bahaya," kata Jeffrey Tsao, pejabat Departemen Perhubungan Taiwan yang berpusat di Pelabuhan Keelung.

Herry Marthen J, WNI yang selamat, kepada petugas SAR mengatakan, setelah gelombang besar menghantam kapal mereka langsung digenangi air. Seluruh kabin kapal berbobot 16.000 ton yang membawa bijih besi dari Indonesia dipenuhi air.

Pelaut Indonesia yang selamat itu mengaku saat kejadian dirinya langsung terlempar ke laut.
(Sindo Pagi//jri)