TEGAL-Upaya pencarian terhadap Sarjono, nelayan asal Kota Tegal, Jawa Tengah yang tenggelam di perairan Pulau Batu, Subang, Jawa Barat, terus dilakukan. Namun, hingga menginjak hari ke tiga, pencarian belum mendapat titik terang. Proses penyisiran wilayah perairan lokasi karamnya perahu cantrang Mulya Bakti bahkan dihadang cuaca buruk.
Ketua II DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Mahmud Effendy mengungkapkan, upaya pencarian terhadap korban Sarjono melibatkan HNSI, sejumlah nelayan Tegal, petugas Polairud, dibantu Syahbandar.
Pencarian masih dilakukan. Tetapi belum diketemukan. Baik kapalnya, ataupun jenasah. Mereka kesulitan mencari karena saat ini cuaca di laut sangat buruk. "Tak hanya di sana (perairan Pulau Batu), secara keseluruhan di Laut Jawa sedang memburuk," jelas Mahmud, Sabtu (15/12/2007).
Menurut dia, pencarian masih akan dilakukan setidaknya hingga sepekan pasca peristiwa nahas itu. Selanjutnya, apabila korban tak kunjung dihentikan, upaya ini akan dihentikan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak delapan nelayan asal Kota Tegal Kamis (13/12/2007) pukul 05.00 WIB tergulung ombak di perairan Pulau Batu, sekitar beberapa mil sebelah utara Kecamatan Blanakan, Subang. Dalam musibah itu, enam nelayan selamat, seorang lainnya yakni Waryono, warga jalan Blanak, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal diketemukan tewas sekitar dua jam setelah perahunya terbalik dan karam.
(Untung Subejo/Sindo/sjn)