Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Janda Tewas Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Solichan Arif , Jurnalis-Kamis, 27 Desember 2007 |00:04 WIB
Janda Tewas Tabrakkan Diri ke Kereta Api
A
A
A

TULUNGAGUNG - Diduga karena tak kuat menjanda, seorang wanita warga Kabupaten Tulungagung nekad mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri pada kereta api yang melintas. Akibatnya tubuh Mantiah (28) tergilas roda KA dan tewas seketika.

Saat ditemukan, tubuhnya warga Desa Kates Kec Rejotangan Kab Tulungagung itu dalam kondisi mengenaskan. Peristiwa ini terjadi di perlintasan KA Dusun Jajar Desa/Kec Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (26/12/2007).

Adapun kereta yang menjadi "pencabut nyawa" ini adalah KA Dhoho jurusan Surabaya-Blitar dengan nomor lokomotif 30109.  KA maut ini dimasinisi Suyono (45), warga Surabaya. Sutikno (45), warga Desa Selokajang Kecamatan Srengat Kab Blitar, saat menjalankan tugasnya sebagai pengecek bantalan KA ini, melihat sesosok tubuh yang membujur arah selatan. Tubuh korban berada  di samping rel kereta. Rel kereta api ini sendiri menuju arah Barat-Timur.

Setelah dilihat ternyata sosok itu adalah Mantiah yang sudah dalam keadaan tak bernyawa. Korban mengenakan baju daster warna gelap, jaket hitam, serta berkerudung motif bunga. "Saya langsung melaporkan apa yang saya lihat itu ke polsek terdekat," ujarnya.

Sehingga, kereta yang melintas pada jam-jam sebelumnya adalah KA Dhoho jurusan Surabaya-Blitar. Saksi mengaku sudah mengkonfimasikan hal ini ke pihak stasiun dan dibenarkan KA Dhoho telah melindas seseorang di jalur perlintasan. "Diduga kuat korban memang sengaja menabrakkan diri ke kereta yang melintas," terangnya.

Berdasarkan informasi di lapangan korban berstatus janda sekitar sebulan lalu. Diduga motif bunuh dirinya karena tidak kuat menyandang status jandanya. Ditambah lagi beberapa hari sebelumnya terlihat lebih banyak termenung seorang diri.  

Tidak ada yang menyangka bila kepergianya ternyata untuk mengakhiri hidup. Kapolres Tulungagung AKBP Trihadi Sutono  melalui Kapolsek Rejotangan AKP Ilyas ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut.

Saat ini polisi masih memanggil dua saksi untuk dimintai keterangan. Namun kendati demikian petugas tidak menetapkan masinis sebagai tersangka. "Sebab diduga kuat memang bunuh diri. Indikasinya, ia sengaja berdiri di tengah perlintasan KA malam itu. Saat itu hujan juga turun dengan deras," paparnya.

(Ismoko Widjaja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement