YOGYAKARTA - Pihak Java Reconstruction Fund (JRF) menegaskan pengucuran bantuan tahap ketiga kepada masyarakat korban gempa bumi di DIY dan Jawa Tengah tidak terpengaruh dengan hasil penelitian Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY yang menyatakan 40% bantuan JRF tidak tepat sasaran.
Hal ini diungkapkan Communication and Coordination Officer JRF World Bank untuk Indonesia Nia Sarinastiti. Dia menjelaskan, bantuan untuk pembangunan perumahan dan sarana fasilitas publik dari donor luar negeri akan tetap diberikan.
"Pengucuran dana bantuan JRF tahap ke tiga tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti hasil penelitian LOS. Bantuan akan tetap diberikan kepada korban gempa bumi sesuai dengan kriteria yang ditentukan," jelas Nia, Rabu (12/2/2008).
Saat ini, lanjut Nia, bantuan dari para donor luar negeri untuk korban gempa di DIY dan Jawa Tengah sebesar USD60 juta sudah semuanya dikucurkan. JRF sudah memberikan semua dana kepada masing-masing unit proyek di daerah di bawah naungan dinas pekerjaan umum.
Sesuai komitmen, dana tersebut harus dipergunakan untuk pembangunan perumahan dan sarana fasilitas umum. Dan saat ini, tambahnya, ada sekira12.000 rumah yang akan dibangun dari dana JRF.
"Yang jelas proses pengucuran dana bantuan JRF tidak ada hubungannya dengan hasil penelitian LOS," papar Nia.
Terkait dengan hasil penelitian LOS, menurut Nia, pihaknya menyabut baik. Namun, hasil penelitian LOS merupakan masukan sebagai bahan evaluasi atas kinerja yang dilakukan oleh JRF. Hanya saja, tambahnya, ada beberapa bagian dari hasil penelitian yang perlu direvisi. LOS menyatakan 40 persen bantuan JRF tidak tepat sasaran. Dari 40 persen, ada sekitar 5,3 persen yang harus direvisi.
"Misalnya item tentang rumah tidak dibangun di lokasi rumah runtuh. Berdasarkan kriteria JRF yang baru, hal tersebut tidak masalah. Karena bisa saja lokasi rumah yang dulu dipergunakan untuk jalan," tuturnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari