DOHAÂ - Ada minimal tiga hal yang harus dilakukan Presiden AS yang akan datang terhadap Dunia Islam, yaitu: pertama, harus membedakan antara Islam dengan praktek dan ekspresi politik para aktor politik Islam sehingga tidak mendistorsi Islam sebagai agama teroris.
Kedua, mengembangkan hubungan dengan Dunia Islam dengan menekankan nilai-nilai universal seperti keadilan, demokrasi, kualitas kehidupan manusia, dan mengatasi kerusakan dunia. Ketiga, harus menyadari bahwa AS tidak dapat bertindak sendiri seperti yang dilakukannya selama ini.
Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah M Din Syamsuddin di depan Forum AS-Dunia Islam di Doha, Qatar, Minggu 17 Februari waktu setempat.
US-Islamic Forum ini merupakan yang keempat kali diselenggarakan, berlangsung 16-18 Februari. Forum diikuti sekira 400 peserta dari AS dan berbagai negara Islam, terdiri dari pemuka agama, pejabat, cendekiawan, tokoh pers, aktivis, dll.
Restorasi hubungan AS dengan Dunia Islam, lanjut Din, sangat penting dan mendesak karena hubungan yang ada selama ini rusak dengan adanya kebijakan yang keliru dari pihak AS yang "memusuhì" Islam. Kunci masalah dalam hubungan keduanya selama ini, tegas Din, terletak pada adanya kesalahpahaman AS dan kesulitannya dalam memahami Islam, serta melakukan hubungan sepihak demi kepentingan subyektif AS sendiri dalam bidang keamanan dan ekonomi tanpa memperhatikan faktor agama dan budaya.
Oleh karena itu, lanjut Din, Dunia Islam termasuk umat Islam di Indonesia sangat berharap kepemimpinan AS yang akan datang akan dapat mengubah gaya dan kepemimpinannya ke arah yang bersahabat dengan Dunia Islam atas dasar saling memahami dan menghormati.
Pengirim:
[email protected]
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.