nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satgas POM TNI Gebrak Lebanon dengan Musik Angklung

Selasa 02 Juni 2009 10:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2009 06 02 229 225237 vZTImaeGOu.jpg

Blat Marjayoun UN Posn 7-3 - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas POM TNI Konga XXV-A/Unifil dibawah pimpinan Letnan Kolonel Cpm Ujang Martenis menggebrak Lebanon dengan menampilkan kepiawaian mereka dalam memainkan alat musik tradisional Indonesia "Angklung" dihadapan para hadirin dari seluruh kontingen yang ada di Sektor Timur (Indobatt, Spainbatt, Nepbatt, Malcon, Staff Officer Seceast  dan LAF, bertempat di Markas Besar Sektor Timur Unifil "Base Miquel De Cervantes", Senin (1/6/2009) malam.

Di atas panggung para prajurit Satgas POM TNI tampak secara enerjik berhasil mengelaborasi kesenian angklung yang diberi sentuhan lagu daerah Sunda "Manuk Dadali", sehingga melahirkan warna musik yang tak hanya harmonis, namun juga memberi citra eksotis yang belum pernah dijumpai sebagian besar publik yang menyaksikan.  Walau diselingi lirik lagu "Manuk Dadali", namun tetap mengedepankan  Angklung sebagai instrumen yang memberi corak dominan alat musik tradisional Indonesia.  Keselarasan antar pemain Angklung melahirkan alunan nada yang apik dan indah, memberi titik tekan pada kebersamaan dan harmonisasi dalam setiap kali penampilan mereka.

Tak heran, sejumlah pengunjung rela berdiri di depan panggung pada saat prajurit  Satgas POM TNI menampilkan performa mereka.  Terlebih lagi setelah lagu "Manuk Dadali", tim kesenian Satgas POM TNI   memperlihatkan kebolehannya dalam joged komando yang sudah dikreasikan dengan gerakan lain dan Angklung untuk  mengiringi  lagu  yang  sangat  populer di Spanyol yaitu  "Besame Mucho". Para penonton langsung larut dalam suasana pertunjukan dan dengan spontanitas turut menyanyikan lirik lagu "Besame Mucho" sambil bergoyang ria mengiringi para prajurit Satgas POM TNI yang unjuk kebolehan di panggung.

Seperti diketahui bahwa di Markas Besar Sektor Timur merupakan home base dari Batalyon Spanyol (Spainbatt). Komandan Sektor Timur Brigadir Jenderal Casimiro Sanjuan Martinez yang merupakan warga negara Spanyol menambah meriahnya suasana dengan turut memberikan aplaus terhadap kebolehan tim kesenian Satgas POM TNI. Sukses ini tidak lepas dari peran Dansatgas POM TNI, Letnan Kolonel Ujang  Martenis  yang telah menyiapkan ketrampilan prajuritnya dengan selalu hadir pada saat prajuritnya latihan memainkan alat musik tradisional tersebut.

Dalam pernyataannya, Dansatgas POM TNI mengatakan bahwa Satgas telah dibekali alat musik Tradisional Angklung  oleh Departemen Pariwisata dan Budaya. Dengan alat kesenian inilah, Satgas POM TNI  turut  berperan dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada seluruh  kontingen yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon (Unifil) serta  kepada masyarakat Lebanon pada khususnya.    Tanpa keraguan Angklung adalah elemen khas diplomasi kultural Indonesia.   Lebih dari itu, angklung juga manawarkan nilai-nilai tradisi seperti solidaritas, toleransi, persatuan, dan kerja sama dalam Angklung yang sejalan dengan ciri khas dan kekuatan kultural komunitas etnis di Indonesia. Sehingga dalam memainkannya harus benar-benar kompak agar dihasilkan nada yang enak didengar.

Selanjutnya Dansatgas mengatakan bahwa  Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Tanah Sunda, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu), sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

"Asal usul terciptanya musik bambu, seperti Angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya.    Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengelola Pertanian (tetaten), terutama pertanian sawah dan ladang (huma) telah melahirkan syair lagu sebagai penghormatan dan persembahan kepada Nyi Sri Pohaci dan sebagai tolak bala agar bercocok tanam mereka tidak mendatangkan malapetaka. Dalam perkembangannya lagu-lagu tersebut diiringi dengan bunyi tetabuhan yang terbuat dari batang-batang bambu  sederhana  yang kemudian kita kenal dengan nama Angklung", demikian dikatakan Dansatgas mengakhiri pernyataannya.

Authentifikasi :

Pa Pen Satgas POM TNI Konga XXV-A, Lettu Sus M. Soleh, S.IK

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini