MAKASSAR - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengukuhkan 1.600 orang pemuda yang tergabung dalam Pemuda Siaga Peduli Bencana (Dasipena) di Baruga A.P Pettarani Unhas, Makassar, Minggu (4/5/2008).
Dalam sambutannya, Menkes Siti Fadilah mengemukakan tujuan pembentukan adalah menanggulangi masalah ksehatan akibat bencana yang bisa terjadi setiap saat.
Menurutnya keberadaan Daipena akan sangat bermanfaat karena dapat berfungsi sebagai laskar yang selalu siap siaga jika bencana tiba.
Siti Fadilah berharap keberadaan Dasipena dapat menjadikan Makassar sebagai pionir penanggulangan bencana terutama di Kawasan Timur Indonesia. Karena menurutnya, wilayah Makassaar merupakan pintu KTI sehingga harus dapat menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang timbul di KTI.
"Saya menghimbau pemda, institusi pendidikan, tenaga kesehatan tetap waspada dan siaga dan bergerak cepat jika terjadi bencana maupun ancaman penyakit berbahaya. Karena kesiapan tanggap bencana harus selalu ditingkatkan. "Tutur Siti Fadilah.
Dasipena wilayah Makassar merupakan titik penting adalah gabungan pemuda, mahasiswa, pramuka, para mahasiswa pencinta alam yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berasal dari 23 Kabupaten/kota se-Sulsel. DASIPENA berdasarkan Undang Undang no 4 tahun 2007 tentang Penaggulangan Bencana.
UU ini dijabarkan dalam SK Menteri Kesehatan nomor 406 tahun 2008 tentang pembentukan Dasipena.
Dasipena nantinya akan disebar di 9 titik/wilayah. Makassar merupakan wilayah pertama yang dikukuhkan karena menurut Menkes, Sulsel memiliki pengalaman penanganan tanggap darurat bencana, mulai dari wilayahnya sendiri sampai pada pemberian bantuan pada tsunami Aceh Desember 2004 lalu.
Nantinya, wilayah lain, di Medan, Bali, Palembang, Semarang, Banjarmasin, Surabaya, Menado dan Jakarta. Namun wilayah Makassar melingkupi Maluku dan Papua, sehingga Siti Fadilah berharap nantinya kalau ada bencana di wilayah tersebut, maka para pemuda yang tergabung dalam Dasipena dapat dikrim ke wilayah timur tersebut.
(Andi Aisyah/Trijaya/fit)