JAKARTA - Mantan politikus Partai Bintang Reformasi (PBR) Zaenal Ma'arif dan mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Joko Edi Abdurrahman merapat ke Partai Persatuan Pembangunan. Bahkan, mereka berdua telah mengambil formulir pendaftaran calon legislatif (caleg).
Ketua panitia pendaftaran caleg PPP Abdi Munif membenarkan kedua tokoh tersebut telah mengambil formulir di kantor Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Jalan Tebet Raya Dalam 64 A Tebet, Jakarta Selatan. Kemudian, kedua mantan wakil rakyat tersebut akan mengembalikan formulir pada Senin 30 Juni mendatang.
Menurut dia, kesediaan kedua tokoh tersebut merupakan kehormatan bagi PPP. Sebab, keduanya merupakan figur yang dikenal luas oleh publik.
"Kita berharap masuknya dua tokoh itu akan memperbesar perolehan suara PPP pada Pemilu 2009," katanya, Kamis (26/6/2008).
Zaenal Ma'arif di-recall dari anggota DPR oleh Fraksi PBR karena berpoligami. Mantan Wakil Ketua DPR ini dinilai telah melanggar etika, karena mengekspos pernikahan keduanya. Sebelum ikut mendirikan PBR, Zaenal Ma'arif merupakan kader PPP. Sedangkan, Joko Edi diberhentikan oleh Fraksi PAN karena ikut studi banding Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) ke Mesir terkait masalah perjudian.
Munif menyatakan, saat ini sudah 350 orang mendaftar. PPP membutuhkan caleg sebanyak 672 orang. Dia menambahkan, seluruh bakal caleg yang mendaftar akan mengikuti serangkaian seleksi mulai administrasi hingga penugasan ke daerah pemilihan (dapil). Setelah itu, nantinya ada evaluasi yang berakhir dengan pemberian rekomendasi.
"Setiap bakal caleg juga wajib menandatangani pakta integritas anti korupsi. Kalau nanti terlibat korupsi yang bersangkutan wajib mundur," paparnya.
Sementara itu, Zaenal Ma†arif membenarkan telah mendaftarkan diri ke PPP.
Menurut dia, pilihan politiknya itu bukan muncul secara tiba-tiba melakinkan melalui perhitungan yang matang. Zaenal menegaskan, sebelum bergabung dengan PPP, dirinya ditawari oleh sejumlah parpol lainnya.
"Tapi karena komunitas saya dari dulu adalah partai Islam, maka tawaran itu tidak diterima," ujarnya.
Dia optimistis mampu beradaptasi dengan PPP, karena mempunyai ikatan emosional dengan partai berlambang kakbah itu. Menurut dia, saat ini PPP sudah jauh berbeda dengan ketika dirinya keluar dan membentuk PBR. Salah satunya, adalah progesivitas kader dan reformasi internal yang berjalan lancar.
"Saya punya sejarah panjang dengan PPP. Dan saya terpanggil kembali untuk memperkuatnya," ujarnya.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.