JAKARTA-Dewan Pers akan memanggil Majalah Tempo pada Selasa 2 Desember terkait pengaduan Aburizal Bakrie mengenai pencemaran nama baik melalui sampul dan pemberitaan Majalah Tempo edisi 17-23 November 2008 berjudul Siapa Peduli Bakrie.
Mantan Menko Kesra ini pun meminta agar Majalah Tempo menggunakan hak jawab, mencabut sampul Majalah Tempo edisi tersebut dan meminta maaf kepada dirinya.
"Kita akan sampaikan pengaduan Pak Aburizal baik secara lisan maupun lisan yang diutarakan pada kami Minggu lalu. Kami juga akan mendengarkan penjelasan Majalah Tempo," ujar Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara ketika dihubungi okezone via telepon di Jakarta, Minggu, (30/11/2008).
Setelah mendengar penjelasan Majalah Tempo, kata dia, pihaknya akan melakukan telaah terhadap jawaban Majalah Tempo melalui UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku. "Melalui tolak ukur tersebut akan terlihat bagaimana duduk persoalannya. Terutama mengenai pengaduan Aburizal," terangnya.
Leo menduga akan ada dua kemungkinan yang akan dihasilkan dari pertemuan Selasa besok. Yaitu, Dewan Pers akan menawarkan damai kepada kedua belah pihak atau Dewan Pers akan mengeluarkan rekomendasi agar Majalah Tempo menuruti kemauan Aburizal atau tidak.
"Kalau damai itu akan lebih gampang, tapi kalau keduanya tetap ngotot dan perbedaan pendapat mereka terlalu tajam maka Dewan Pers akan memutuskan apakah Majalah Tempo harus minta maaf atau tidak, harus menggunakan hak jawab atau tidak dan apakah tempo telah melakukan pelanggaran politik atau tidak, kita lihat saja," pungkasnya.(ful)
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.