JEMBER - Sedikitnya 25 orang aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina, menggelar aksi keprihatinan atas kebiadaban Israel terhadap warga sipil di Palestina, di bundaran kantor DPRD Jember, Jawa Timur, Senin (29/12/2008).
Dalam aksinya, mereka berorasi mengutuk keras pembataian militer Israel yang menewaskan sedikitnya 300 warga sipil Palestina di jalur Gaza beberapa hari lalu.
"Kami mengutuk keras aksi biadab Israel. Kami menyerukan penghapusan segala bentuk penjajahan, dan Israel harus segera pergi dari Palestina," kata Awali Imron, koordinator aksi, membacakan pernyataan sikap mahasiswa.
Selain menggelar orasi yang mengutuk aksi tidak manusiawi Israel, para aktivis juga menggelar poster gambar-gambar warga palestina yang menjadi korban kekejian Israel. Para aktivis juga memasang bendera Israel dan Amerika di tengah badan jalan raya, agar bisa dilindas pengguna jalan yang melintas.
Tidak hanya itu, sebagai wujud protes puluhan aktivis yang menutup mulut dengan lakban ini,juga melempari kedua bendera Israel dan Amerika dengan menggunakan kertas koran yang disimbolkan sebagai batu.
Aksi diakhiri dengan membakar kedua bendera yang dituding sebagai negara penjahat kemanusiaan. Mereka juga mendukung sikap tegas pemerintah Indonesia yang mengeluarkan pernyataan resmi mengutuk aksi zionis.
"Kami berharap pemerintah juga memberikan bantuan baik doa, dana, dan juga bantuan medis untuk warga Palestina," seru Awali lebih lanjut.
Mereka juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk memberikan bantuan kemanusian untuk warga Palestina, "One Man One Dollar for Palestine" atau "Satu Orang Rp10 ribu untuk Palestina".
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.