KUPANG - Seorang Kepala Desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan satu orang stafnya babak belur dianiaya beberapa orang bekas pengungsi Timor-Timur. Para pelaku kesal karena tidak terdaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2009.
Dari sekira 300 orang eks pengungsi Tim-tim yang menetap di lokasi pemukiman di Desa Obelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, tidak semuanya terdaftar sebagai penerima BLT.
Apeles Bulan membenarkan bahwa lebih dari separuh mantan pengungsi Timtim ini tidak terdaftar. Namun dia bersikukuh, kesalahan pendataan bukan dilakukan secara sengaja oleh aparat desa, melainkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).
"Tahun ini hanya 159 keluarga yang menerika BLT, dari sebanyak 320 keluarga miskin di pemukiman penduduk itu," katanya kepada wartawan, Minggu (17/5/2009).
Selain sang kepala desa, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Obelo Jeremias Mone (32) pun jadi korban keganasan warga yang marah tidak kebagian BLT.
Aparat kepolisian kemudian meringkus seorang pelaku bernama Daniel Do Santos (43). Di hadapan polisi, Santos mengaku dia bersama warga lainnya mendatangi Kantor Desa Oebelo, Jumat lalu untuk menanyakan kepastian penerima BLT, karena nama mereka tidak terdaftar. "Nama kami sudah pernah didata. Tetapi kenapa tidak ada dalam daftar," kata Santos.
Kapolres Kupang AKBP Endang Syafruddin mengatakan, pihaknya akan berusaha memfasilitasi kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
Sebagaimana diketahui, sedikitnya 100 ribu eks pengungsi Timtim, hingga kini masih menetap di kamp-kamp di kawasan Timor Barat, NTT, dengan kondisi meprihatinkan. Sebagian eks pengungsi, mereka mengaku tidak pernah terdaftar sebagai penerima beras untuk warga miskin (raskin). "Sudah tidak dapat raskin, BLT juga tidak dapat. Kami ini seperti anak tiri di negeri sendiri," ujar Mario Freitas, salah satu pengungsi.
Padahal, sesuai pagu anggaran raskin tahun 2009, NTT mendapat jatah raskin sebesar  577.606 rumah tangga sasaran dengan jumlah beras yang dialokasikan sebanyak 103.975 ton.
"Tahun 2009 ini, terjadi penurunan sebanyak 45.467 rumah tangga sasaran di NTT atau sekira 7, 29 persen. Alokasi beras pun mengalami penurunan sebanyak 5.068 ton atau 4,64 persen," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional NTT S. Ariyanto.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.