SIDOARJO - Wakil Ketua Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Sidoarjo Agus Tono menyayangkan kelalaian tim pembuat naskah ujian SD di Sidoarjo yang mengakibatkan lolosnya kalimat porno dalam soal ujian tersebut.
Agus Tono menyatakan hal itu merupakan preseden buruk bagi dunia pendidikan khususnya di Sidoarjo, Jawa Timur.Siswa, kata dia, belum seharusnya membaca hal-hal yang berbau pornografi karena dikhawatirkan mempengaruhi prilaku mereka.
Dia juga mengungkapkan, pihak Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Anak juga telah menanyakan perihal kasus tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan diknas untuk mengklarifikasi persoalan itu," katanya saat ditemui di kantornya di Jalan Pahlawan, Jumat (30/10/2009).Dia juga meminta ada sanksi tegas bagi pembuat soal tersebut.
Selama ini Sidoarjo memiliki predikat sebagai Kabupaten yang ramah anak, sehingga kasus tersebut dapat mencoreng predikat tersebut.
Dia mengungkapkan terkait hal itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar seminar bersama pihak sekolah terkait perlindungan anak-anak.
Diberitakan sebelumnya, pada saat ujian tengah semester SD di Sidoarjo 26 Oktober lalu, beredar soal mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berbau porno. Dalam naskah itu terdapat soal bacaan yang diambil dari sebuah artikel di koran, berjudul
"Pengusaha Bandel Dikrangkeng Bareng Mak Erot".Dalam kalimat terakhir di artikel itu, juga terdapat kata-kata yang tidak senonoh.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.