JAKARTA - Kuasa hukum eksekutor PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Ardi Malembot, meyakini korban tewas bukan akibat tembakan senapan dari luar mobil. Nasrudin yang saat ditembak tengah berada di dalam sedan BMW miliknya, diduga dieksekusi sopirnya sendiri.
Hal itu menurut Ardi, dibuktikan dengan akurasi titik tembak yang menewakan Nasrudin. Para eksekutor yang dituduhkan menghabisi nyawa Nasrudin, tak mungkin bisa menembak dengan titik yang sangat tepat dan langsung mengenai kepala Nasrudin.
"Anak-anak (eksekutor) kan bukan penembak. Kalau penembak eksekusi itu, menembaknya dalam posisi badan tegak dan dua tangan memegang senjata. Kalau ini kan mereka menembak dalam posisi bergerak, di motor. Mana mungkin?" urai Ardi saat dikonfirmasi okezone, Selasa (17/11/2009).
Ardi menduga, Nasrudin justru dihabisi dari dalam mobil. Jika terbukti benar, maka satu-satunya tersangka adalah sang sopir.
"Kan tidak mungkin jarak dari motor ke posisi duduk Nasrudin yang katanya di posisi terluar itu hanya 60 sentimeter. Tidak mungkin tembakan dari luar yang mematikan. Sopirnya pasti orang yang sudah ditanam dari polisi. Saya curiga ada konspirasi besar antara sopirnya dan Rani," paparnya.
Seperti diketahui, ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Abdul Mun'im Idris mengungkapkan bahwa Nasrudin ditembak dari jarak 60 sentimeter. Menurut Mun'im yang hadir sebagai saksi ahli dalam persidangan eksekutor Nasrudin, Daniel Sabon, korban tewas dengan dua peluru yang menembus telinga kanan serta jaringan otak.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.