Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Usai di Jadi Wakil Rakyat Kembali Urusi Tambak

Ashadi Ikhsan (Koran Sindo) , Jurnalis-Rabu, 02 Desember 2009 |20:54 WIB
Usai di Jadi Wakil Rakyat Kembali Urusi Tambak
Ali Muchid.(foto:Ashadi/SI)
A
A
A

GRESIK -  Dari 50 anggota DPRD Gresik saat ini hanya tujuh orang yang merupakan anggota lama. Karena DPRD periode 2004-2009 berjumlah 45 orang, praktis yang dapat disebut mantan 38 orang. Lantas apa aktifitas mereka selepas lengser dari legislatif?

Di antara 38 orang nama HM Ali Muchid cukup dikenal menjelang lengser. Legislator yang saat ini tinggal di Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme tersebut dikenal karena saat itu menjadi motor kelompok 13 FKB yang ngotot mendukung Gus Dur. Lebih terkenal lagi, suami Hj Siti Zubaidah itu menjadi motor perebutan keabsahan pengurus DPC PKB Gresik sebagai syarat pengajuan bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

Walau akhirnya kalah secara politis, namun langkah kontroversi mantan Sekretaris DPC PKB versi pimpinan Ahmad Nadir itu layak diperhitungkan. Bapak satu putri itupun tetap energik, kendati sudah tidak lagi menjadi anggota DPRD. Baginya, menjadi anggota DPRD Gresik selama periode cukup memberikan warna dalam berpolitik.

Ditemui di rumahnya di Perum Alam Bukit Raya (ABR), mantan Ketua FKB DPRD Gresik itu tetap ceplas-ceplos dalam bicara. Karena baginya, hidup adalah berkarya. Makanya, tidak menjadi anggota dewan lagi bukan berarti aktivitasnya berkurang. Justru kian padat. Selain kembali merawat tambak-tambaknya yang luasnya puluhan hektar, aktivitas ceramah agamanya bertambah.

"Kalau dulu saat anggota dewan konsentrasi di dewan, jadi jarang menerima undangan ceramah. Tapi sekarang lebih giat lagi," katanya memulai bercerita.

Area ceramahnya juga meluas, bukan hanya di sekitar Kecamatan Cerme. Tetapi sudah merambah hingga Kecamatan Panceng di Gresik Utara sampai Kecamatan Kedamean di Gresik Selatan. Dalam berceramah juga, Ali Muchid tidak menarget tarif, bahkan menolak untuk diberi amplop.  

"Yang terpenting syiar saya tersampaikan dan dipahami," ujar dia.

Selain kegiatan ceramah meningkat, Ali Muchid juga dalam kembali fokus ke tambak-tambaknya. Sebab, selam menjadi anggota dewan tambak yang diisi Bandeng dan udang Vaname diserahkan ke orang lain atau istilahnya 'pendego'.

Jumlah pendegonya sekitar 20 orang dengan setiap pendego merawat 1-2 tempat tambak. Makanya tak salah bila omzet tambaknya dalam setiap tahunnya mencapai kurang lebih Rp1 miliar.

Walau cukup menyita waktunya kala pagi, karena setelah salat Subuh dihabiskan keliling tambaknya di sekitar Kecamatan Cerme, namun dia mengaku cukupmenikmati. Karena, perginya ke tambak itu dia ibaratkan sebagai rekreasi. Selain dapat menikmati pemandangan kalah pagi, juga proses pembesaran ikan Bandeng dan udang Vaname dapat dijadikan sebagai refresing.  

Lain lagi dengan Umi Hanik, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Gresik. Perempuan kelahiran 27 Nopember 2009 di Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo tersebut lebih banyak menjaga aktivitas di kelompok perempuan. Semisal Koalisi Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Gresik dan kelompok perempuan lainnya. Hal itu dilakukan sebagai upaya tetap menjaga sindroma aktivitas saat menjadi anggota legislatif.  

"Saya tidak ingin larut sedih karena tidak lagi menjadi anggota dewan yang serba tersedia. Untuk menjaga itu, saya tetap aktif di kelompok perempuan," tukasnya saat dihubungi melalui ponselnya.

Selain itu, ibu dua putra tersebut menoba untuk menghidupkan kembali usaha yang lama tinggalkan karena menjadi legislator yaitu usaha rias pengantin dan usaha pakaian jadi. Karena hampir lima tahun ditinggalkan, Umi Hanik mengaku harus memulai dari nol. Hanya dia mengaku ada perubahan pola pikir tentang usahanya tersebut.

"Bila sebelum menjadi anggota DPRD dahulu, usaha rias pengantinnya hanya bertarif ratusan ribu, maka sekarang meningkat menjadi puluhan juta," katanya seraya menyebut bila paket paling mahal yang dia tawarkan mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta dengan paket termurah hanya Rp6 juta hingga Rp8 juta.

Karena memulai baru lagi, dia pun menggunakan marketing kolega saat menjadi anggota DPRD lalu. Bahkan, untuk mendukung usahanya tersebut, Umi Hanik aktif di Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia "Melati" (HARPI Melati). Tidak tanggung-tanggung Umi Hanik didaulat menjadi ketua HARPI Melati Kabvupaten Gresik.
 
"Lumayan untuk mengembalikan usaha yang pernah saya geluti," pungkas Umi Hanik yang disebut-sebut siap menggantikan Ketua DPD Partai Golkar Gresik dari tangan Sambari Halim Radianto tersebut.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement