JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) diminta untuk segera memeriksa rekening nasabah yang telah disebutkan dalam laporan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Beberapa nama sudah jelas disebutkan dalam laporan audit investigasi BPK, jadi tidak ada alasan lagi bagi PPATK untuk tidak
memeriksa rekening nasabah itu," ujar anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo kepada okezone, Kamis (3/12/2009).
Menurutnya, PPATK bekerja lamban dan tidak optimal dalam mengungkap aliran dana Bank Century. Terbukti, lanjutnya, hingga kini hanya 116 transaksi senilai Rp146,7 miliar dari 51 nasabah yang diungkap.
"Padahal nilai transaksi di Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. Kinerja PPATK sangat lamban karena PPATK tidak proaktif dan hanya menunggu pesanan. Seharusnya PPATK proaktif mengungkapkan kasus Century," tandasnya.
Dia menambahkan, keingintahuan masyarakat tidak bisa lagi dijawab dengan kata tetapi harus dengan fakta dan bukti. Karenanya PPATK harus membuka rekening nasabah di atas Rp2 miliar dan melakukan uji validasi. Khususnya transaksi yang terjadi selama November 2008 hingga April 2009 menjelang pemilihan presiden.
"Uji validasi juga perlu dilakukan pada rekening nasabah yang mengambil secara cash uang di atas Rp2 miliar. Jika PPATK masih bekerja tidak optimal dan tidak proaktif, Presiden jangan ragu mengganti Ketua PPATK," tuturnya.
Bukan tidak mungkin, tambahnya, Ketua PPATK mempunyai agenda tersembunyi padahal Presiden telah memerintahkan agar aliran dana Century ini dibuka secara gamblang. "Sikap Ketua PPATK yang tidak sejalan dengan keinginan Presiden tersebut jelas tidak dapat ditolerir," pungkasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.