getting time...

Saksi Angket Century Wajib Gunakan Lie Detector

Dede Suryana - Okezone
Sabtu, 12 Desember 2009 09:50 wib

JAKARTA - Simpang siurnya pernyataan Anggota Pansus Bank Century dengan pendapat saksi kasus aliran dana Bank Century, dinilai membingungkan masyarakat. Salah satu cara untuk mensinkronkannya adalah mempertemukan mereka dalam satu meja.

Anggota Pansus Century Bambang Soesatyo mengaku memiliki rekaman pembicaraan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular. Di sisi lain, Departemen Keuangan membantahnya, bahwa dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tidak dihadiri oleh Robert Tantular, dan tidak ada percakapan telepon antara Sri Mulyani dengan Tantular.

"Ini harus dikonfirmasi. Kalau tetap dengan pendapat masing-masing menurut saya bisa dites dengan lie detector," ujar Wakil Presiden Kongres Advokat Indonesia Eggi Sudjana saat berbincang dengan okezone, Sabtu (12/12/2009).

Dengan alat itu, lanjut dia, bisa diketahui apakah Sri Mulyani yang berbohong atau tidak menutup kemungkinan data rekaman yang dimiliki Bambang juga kurang valid.

"Kedua-duanya kan masih belum bisa dibuktikan. Atau kalau mau, bagi saksi yang beragama Islam bisa mengambil langkah mubahalah, yaitu bersumpah demi Allah dan yang berbohong akan dilaknat oleh Allah," jelasnya.

Disinggung mengenai pertengkaran Sri Mulyani dengan Aburizal Bakri dalam kasus ini, Eggi berpendapat, hal ini adalah bentuk kegagalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak mampu mengharmoniskan menteri dan mantan menterinya.

"Ngurus anak buah sendiri aja enggak bisa, bagaimana mau ngurusin rakyat," tandasnya.(ded)
(mbs)

  • hackim » 0 Tanggapan
    Waduh, itu judul HL kok gak difilter dulu sih. Lay detector or lie detector? B Inggris gw yang TOEFLna gak sampe 500 gak separah itu deh kayaknya. mungkin klo di dalam naskahnya sih mendingan. ini di judul yang ukuran hurufnya sangat besar. jangan sampai salah dong bro Oke. hanya sekadar mengingatkan saja. terima kasih
    Beri Tanggapan Laporkan
  • silvan setiadirja » 0 Tanggapan
    kok lay sih bukan LIE
    Beri Tanggapan Laporkan
  • andy » 0 Tanggapan
    hah?lay detector apaan tuh?lie detector kali..payah nih...entah berita/wartawannya ato narasumbernya kok ngaco gni nulisnya...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nuid » 0 Tanggapan
    kejujuranlah yg diharapkan mampu mengatsi permasalahan orang 2 atas selama ini, sgt slit bagi kita untuk mengetahui mana yg benar man yg salah tanpa kejujuran. kita rakyat awm hrs berhati-hati jgn mudah terpengaruh, jgn cepat menuduh, memvonis tanpa mengetahui dengan jelas seperti yg dilakukan oleh mereka2 yg merasa terhormat itu. Kita spy bersikap netral, karena menuduh jelek kpd org yg akn berbuat baik itu biasa namun akan sangat berbahaya bg kita jika kita menganggap baik pada orang yg justru berniat jelek. ada yg slalu mengatasnamkn rakyat tapi rakyat yg mana? cb tanya kpd para petani, tukang2 becak, pemulung, dan rakyat kecil apakh mrk mengetahui kasus century ini?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ozzy » 0 Tanggapan
    dari kasus bibit,nih orang(eggy .s) nampaknya cari muka aja.pake sumpah islam?ini kan urusan dunia masa pake ukuran akhirat?plinplan ente...waktu syariat islam mau dipake dinegara ini,banyak yg protes...begitu mentok barulah pada sadar...kasihan negeri ini...slalu bermasalah...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.