Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ruhut Sebut 2 Eks Menteri Tunggangi Demo 9 Desember

Maria Ulfa Eleven Safa , Jurnalis-Rabu, 16 Desember 2009 |14:34 WIB
Ruhut Sebut 2 Eks Menteri Tunggangi Demo 9 Desember
A
A
A

JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menuding adanya dua mantan menteri yang berada di balik aksi demo untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ada dua menteri, bisa dari kalangan profesional atau partai. Ada juga yang enggak kepilih jadi menteri. Tapi setelah Pak SBY early warning, mereka langsung tiarap. Kan Presiden empat kali pidato, jelas enggak itu," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12/2009).

Menurut Ruhut, tidak adanya chaos dalam demo besar-besaran 9 Desember lalu disebabkan SBY sudah memperingatkan kemungkinan itu. Kendati tetap ada kekacauan dalam salah satu unjuk rasa di Makassar.

Ditanya lebih lanjut soal dari mana Ruhut mendapatkan data itu, mantan pengacara ini enggan menyebutkan. "Ada deh, memang luar biasa. Kita mesti percaya, tidak ada pengalihan isu," tambahnya.

Meski didesak, Ruhut tetap tidak terpancing. Dia juga mengaku tidak takut jika ada pihak yang melayangkan somasi terhadap dirinya.

"Mau somasi? silahkan. Masa ada yang tegur si Poltak Raja minyak dari Medan, aku tidak bilang nama, siapa yang mau tegur. Kalau aku sebut nama baru ditegur. Itulah bedanya aku sama Bambang (Soesatyo). Bambang mudah dipancing, aku enggak,"   paparnya sambil tertawa.

Kenyataannya, sambung dia, dengan mencuatnya hal ini banyak banyak yang kebakaran jenggot. "Jago kan Ruhut? dapat data dari mana-mana. Hayo siapa yang mau somasi aku," tantangnya.  

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement