Surat Kaleng Kapolwil Kediri Lecehkan 4 Polwan

|

KEDIRI - Kepala Kepolisian Wilayah Kediri Komisaris Besar Polisi Heru Purwanto dituduh telah melakukan sejumlah perbuatan asusila kepada empat orang anggota polisi wanitanya atau Polwan.  

Tuduhan yang ditulis pada surat kaleng itu kini beredar di masyarakat Kota Kediri. Di dalam dua lembar kertas berukuran folio yang terfoto copy itu dibeberkan bagaimana secara seksual Kapolwil Heru telah melecehkan Evi, seorang anggota Kepolisian Wilayah Solo yang menjadi anak buahnya saat menjabat Kepala Bagian Lalu Lintas Polwil Solo.

 

Heru juga dituding melecehkan Brigadir Santi Rahma, seorang Polwan yang menjadi asisten pribadinya saat menjabat Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah. Saat ini Brigadir Santi Rahma bertugas sebagai anggota Kepolisian Daerah Riau.

 

Heru juga melecehkan Brigadir Satu Fitria anggota Polwan Kepolisian Resor Kampar, serta anggota Polwil Kediri Brigadir Dua Kristin yang kini bertugas di Polda Jawa Timur.

 

Tidak berhenti sampai disitu, surat yang ditulis seorang anggota polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi dengan inisial AJR itu juga memaparkan bagaimana Heru juga melecehkan anak pemilik kantin di Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Bahkan beberapa di antaranya telah dinikahi siri dan diberikan fasilitas mewah seperti rumah dan mobil.

 

Kasus ini sempat diperiksa Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum). Namun, kata AJR dalam suratnya, kasus ditutup dengan sejumlah uang. "Kasus ini ditutup dengan sejumlah uang," tulis AKP AJR dalam suratnya.

 

Yang menarik, surat ini sengaja dilaporkan AKP AJR kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dengan tembusan ibu negara Ani Yudhoyono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Kompolnas, Menteri Pemberdayaan Perempuan, Komnas HAM, anggota Komisi III DPR RI, Ketua Ombudsman, KPK dan Kapolda Jawa Timur

 

Ditemui secara terpisah Kombes Pol Heru Purwanto membantah tudingan tersebut. Dia mengatakan jika surat serupa sudah beredar pada Bulan Juli 2009 lalu dan sudah ditindaklanjuti oleh Irwasum.

 

Heru juga membenarkan jika empat bulan lalu, tim Irwasum kembali mendatanginya untuk kepentingan penyelidikan. "Logikanya jika saya salah tentu sudah tidak di sini sekarang," ujar Kapolwil yang sudah 2 tahun menjabat di Kediri ini kepada wartawan, Senin (25/1/2010).

 

Heru menduga surat kaleng tersebut sengaja ditulis dan disebarkan oleh salah satu anggotanya yang kecewa dengan kebijakannya.

 

Heru bahkan langsung melontarkan tudingan kepada salah salah satu dari 77 perwira di jajaran Kepolisian Wilayah Kediri yang nonjob sebagai pelaku penyebaran surat kaleng tersebut. "Saya akan melakukan penyelidikan ke dalam,karena ini pasti datangnya dari dalam," tegasnya.

(ram)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pembentukan DPR Tandingan Ngawur