JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Golkar Akbar Tandjung tidak sependapat jika Presiden tetap melakukan perombakan kabinet di tengah-tengah santernya wacana skandal Bank Century.
Menurut Akbar, reshuffle sah-sah saja dilakukan selama berkaitan dengan kinerja menteri itu sendiri.
“Kita semua tetap menghormati presiden yang memilik hak prerogatif, tapi kalau dikaitkan dengan isu Bank Century tentu ini bisa ada implikasi-implikasi politik,” ujar Akbar di FX Plaza lantai 3, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga beranggapan bahwa reshuffle tidak layak dilakukan saat ini, karena akan banyak suara-suara miring dari luar.
“Memoentum saat ini bisa dikaitkan dengan masalah century. Menurut saya kalau pun dalam kaitan misalnya ada menteri yang tidak perform, barangkali preriden bisa mencari waktu yang lebih tepat dibanding sekarang. Apalagi kalau yang di-reshuffle ada kaitnnya dengan masalah politik,” terang Akbar.
Termasuk, kata dia, jika seandainya kader Golkar yang ada di kabinet, masuk dalam jajaran target perombakan, partainya pasti akan bertanya mengenai alasan reshuffle tersebut.
“Kan awalnya sudah sama-sama membuat kontrak politik. Dan golkar pun sudah menyatakan sikap untuk memberi dukungan ke pemerintah. Tentu kita pengin tahu apa alasannya. Itu juga akan menentukan bagaimana posisi Golkar,” pungkasnya.(ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan