SEMARANG - Tim dokter cangkok hati RSUP dr Karyadi, Semarang, Jawa Tengah mewaspadai virus berbahaya baik bagi Dewi Farida sebagai pendonor, maupun Bilqis sebagai resipien (penerima).
Virus itu bernama Ebstein Barr Virus yang efeknya bisa memporak porandakan.
“Virus ini sangat sulit diberantas. Tapi harapan kami supaya dalam darah Bilqis maupun Dewi tidak terdapat virus ini,” jelas dr Hartantyo, salah satu tim dokter di Semarang, Selasa (9/2/2010).
Sementara itu, dr Sumantri menyatakan bahwa sampel darah Bilqis dan Dewi sudah diperiksa di Amerika Serikat.
“Hari Rabu kemarin sampel darah donor dan resipien sudah dikirim ke USA untuk diperiksa. Dan kami akan terus pantau lewat telepon,” papar dr. Sumantri.
Sedangkan kondisi Bilqis saat ini juga dijelaskan oleh tim dokter hari ini. Hasil tes yang dilakukan Senin 8 Februari kemarin, menunjukkan kulit tetap berwarna kuning. Sedangkan pemeriksaan terhadap liver kalau diukur dari batas tulang iga yang paling bawah adalah 4 sentimeter.
“Juga terjadi pembesaran limpa 2,5 cm di bawah tulang rusuk kiri yang terbawah. Ada juga gambaran-gambaran pembuluh darah kecil-kecil berwarna biru kehijauan,” papar Hartantyo.
Namun begitu, ada kabar baik di balik itu semua yaitu lingkar perut Bilqis sudah mengecil dari 52 cm menjadi 51 cm.
Sementara hasil tes laboratorium, masih hampir sama dengan tes di Jakarta yang menunjukkan bahwa Bilqis mencapai tahap akhir pada penyakit yang diidapnya.
Hal ini membuat tim dokter harus segera mengumpulkan data yang diperlukan dan didiskusikan sehingga dapat disimpulkan apakah layak dioperasi dan kemudian ditentukan waktu dilakukan operasi terhadap Bilqis.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.